أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللّٰهِ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ
وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ
بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا
مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ
تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ اَمَّا بَعْدُ.
Yth. Poro ‘alim ulama masyayikh desa
Sukareja
Yang kami hormati pejabat pemerintah desa
sukareja,
Yang kami hormati dan ta’dzimi pengurus
ranting NU Sukalila, Dewan juri yang kami hormati pula, serta hadirin yang
senantiasa kami bagnggakan.
Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan nikmat sehat sehingga kita semua bisa berkumpul dalam tempat
yang dibanggakan. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan pada Nabi
Muhammad SAW, nabi yang selalu kita harapkan syafaatnya fiddiini waddun yaa wal
aakhiroh
Hadirin yang berbahagia, santri merupakan orang yang mempelajari kitab
suci dan kitab para ulama, bisa diartikan pula sebagai orang yang belajar ilmu
agama secara sebagian atau menyeluruh baik yang menempat dirumah seorang kyai
atau hanya sekedar berangkat dan pulang ke rumah untuk mengaji. Merkalah para
generasi yang mau menjaga keilmuan dengan terus belajar dan mengaji.
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam, pedoman hidup yang Allah turunkan untuk membimbing kita
menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sebagai santri, kita punya peran penting
dalam mencintai dan menjaga Al- Qur’an. Bagaimana cara kita mencintai
Al-Qur’an?
Pertama, dengan
membaca Al-Qur’an setiap
hari. Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baik kalian
adalah orang yang belajar Al-Qur’an
dan mengajarkannya." (HR.
Bukhari)
Artinya, santri
yang rajin membaca
dan mempelajari Al-Qur’an termasuk orang yang
paling mulia di sisi Allah.
Kedua,
dengan menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun sedikit demi
sedikit, insyaAllah akan menjadi amal yang besar. Menghafal Al-Qur’an akan
menjaga hati kita tetap bersih dan dekat kepada Allah. Dengan menjaga Al Qur’an insyaallah Allah SWT juga menjaga kita, Allah
berfirman dalam Qs. Q. Hijr : 9
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ
وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
“Sesungguhnya kami menurunkan Al Qur’an dan kami pula
yang menjaganya”. Qs. Al Hijr : 9
Ketiga,
dengan mengamalkan isi Al-Qur’an. Tidak cukup hanya dibaca, tetapi
juga dipahami dan diamalkan dalam
kehidupan sehari-hari. Misalnya, Al-Qur’an memerintahkan kita untuk jujur, berbakti kepada orang
tua, dan berbuat baik kepada sesama.
Keempat, dengan
menjadi teladan. Santri yang mencintai Al-Qur’an akan menampakkan akhlak yang
baik, sopan santun, serta menjadi contoh yang baik di masyarakat.
Jika para santri bisa mencintai Al-Qur’an dengan membaca, menghafal,
memahami, dan mengamalkannya, maka insyaAllah santri akan menjadi generasi
Qur’ani yang kuat imannya, baik akhlaknya, dan bermanfaat bagi bangsa dan agama.
Dengan demikian seorang santri sangat memiliki peran dalam
mewujudkan cinta terhadap al qur’an lewat membaca dan menjaganya serta
menghafal sebagai wujud cinta kita terhadap Al Qur’an secara istiqomah, amin ya
robbal alamin.
Itu saja yang dapat kami sampaikan, main
bola di lapangan, ditemani teman sambal tertawa, mohon maaf atas segala
kekurangan, terimakasih atas perhatiannya.
إِلَى اللِّقَاءِ مَعَ
السَّلَامَةِ
السَّلَامُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar