Rabu, 06 Mei 2026

Peran santri Cinta Al Qur'an

 

أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ اَمَّا بَعْدُ.

Yth. Poro ‘alim ulama masyayikh desa Sukareja

Yang kami hormati pejabat pemerintah desa sukareja,

Yang kami hormati dan ta’dzimi pengurus ranting NU Sukalila, Dewan juri yang kami hormati pula, serta hadirin yang senantiasa kami bagnggakan.

Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat sehingga kita semua bisa berkumpul dalam tempat yang dibanggakan. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW, nabi yang selalu kita harapkan syafaatnya fiddiini waddun yaa wal aakhiroh

Hadirin yang berbahagia, santri merupakan orang yang mempelajari kitab suci dan kitab para ulama, bisa diartikan pula sebagai orang yang belajar ilmu agama secara sebagian atau menyeluruh baik yang menempat dirumah seorang kyai atau hanya sekedar berangkat dan pulang ke rumah untuk mengaji. Merkalah para generasi yang mau menjaga keilmuan dengan terus belajar dan mengaji.

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam, pedoman hidup yang Allah turunkan untuk membimbing kita menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sebagai santri, kita punya peran penting dalam mencintai dan menjaga Al- Qur’an. Bagaimana cara kita mencintai Al-Qur’an?

Pertama, dengan membaca Al-Qur’an setiap hari. Rasulullah bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)

Artinya, santri yang rajin membaca dan mempelajari Al-Qur’an termasuk orang yang paling mulia di sisi Allah.

Kedua, dengan menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun sedikit demi sedikit, insyaAllah akan menjadi amal yang besar. Menghafal Al-Qur’an akan menjaga hati kita tetap bersih dan dekat kepada Allah. Dengan menjaga Al Qur’an insyaallah Allah SWT juga menjaga kita, Allah berfirman dalam Qs. Q. Hijr : 9

 

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

“Sesungguhnya kami menurunkan Al Qur’an dan kami pula yang menjaganya”. Qs. Al Hijr : 9

Ketiga, dengan mengamalkan isi Al-Qur’an. Tidak cukup hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Al-Qur’an memerintahkan kita untuk jujur, berbakti kepada orang tua, dan berbuat baik kepada sesama.

Keempat, dengan menjadi teladan. Santri yang mencintai Al-Qur’an akan menampakkan akhlak yang baik, sopan santun, serta menjadi contoh yang baik di masyarakat.

Jika para santri bisa mencintai Al-Qur’an dengan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkannya, maka insyaAllah santri akan menjadi generasi Qur’ani yang kuat imannya, baik akhlaknya, dan bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Dengan demikian seorang santri sangat memiliki peran dalam mewujudkan cinta terhadap al qur’an lewat membaca dan menjaganya serta menghafal sebagai wujud cinta kita terhadap Al Qur’an secara istiqomah, amin ya robbal alamin.

Itu saja yang dapat kami sampaikan, main bola di lapangan, ditemani teman sambal tertawa, mohon maaf atas segala kekurangan, terimakasih atas perhatiannya.

 

إِلَى اللِّقَاءِ مَعَ السَّلَامَةِ

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

 

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar