Rabu, 06 Mei 2026

Santri Pejuang Ilmu Penjaga Akhlakul Karimah

 

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.  قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ   ِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ  يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Yth para ‘alim masyayikh dukuh sukalila,

Yang kami hormati pengurus NU beserta banomnya dan tak ketinggalkan seluruh hadirin yang kami sayangi

Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat sehingga kita semua bisa berkumpul dalam tempat yang dibanggakan. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW, nabi yang selalu kita harapkan syafaatnya fiddiini waddun yaa wal aakhiroh dengan cahaya uswahnya.

Hadirin yang berbahahgia, ilmu dan amal merupakan satu kesatuan atau sering kita sebut dengan akhlakul karimah, mempunyai ilmu harus memiliki akhlak yang baik, begitu juga dengan akhlak yang baik harus dilandasi dengan keilmuan yang mapan. Bukan sekedar ucapan juga harus dilakukan. Santri adalah generasi penerus yang memiliki tugas mulia yaitu menjadi pejuang ilmu dan penjaga akhlakul karimah.

Pertama, santri sebagai pejuang ilmu.

 

Rasulullah Saw bersabda

 

طَلَبُ العِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah)

 

Seorang santri dituntut rajin belajar, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Dengan ilmu agama, kita mengenal Allah, mengerti halal dan haram, serta bisa beribadah dengan benar. Dengan ilmu umum, kita bisa ikut membangun bangsa ini menjadi maju.

Kedua, santri sebagai teladan akhlakul karimah.

 

Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia. Beliau bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)

 

Santri harus jujur, sopan santun, berbakti kepada orang tua dan guru, serta menjadi contoh yang baik di masyarakat. Ilmu tanpa akhlak akan sia-sia. Tetapi ilmu yang disertai akhlak mulia akan membawa manfaat besar bagi diri, keluarga, agama, dan bangsa.

Jika para santri bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan menghiasi diri dengan akhlak mulia, insyaAllah mereka akan menjadi generasi Qur’ani, generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap membangun negeri.

Dengan demikian, sebagai seorang santri atau mengaku santri harus benar dan sunguh sungguh dalam mencari ilmu, berjuang dan berkorban, juga harus menjaga perilaku sebagai akhlakul karimah yang memnjadi wujud pengamalan ilmu.

Hadirin yang berbahagia,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini.
Marilah kita, para santri, terus berjuang menuntut ilmu dengan penuh keikhlasan dan semangat, serta menjaga akhlakul karimah dalam setiap langkah kehidupan kita. Karena dengan ilmu, kita akan dimuliakan, dan dengan akhlak, kita akan dihormati.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita semua santri yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Amin, ya Rabbal ‘alamin.

Akhirul kalam,

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar