السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ أَعُوذُ
بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ
سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ ِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ
أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Yth
para ‘alim masyayikh dukuh sukalila,
Yang
kami hormati pengurus NU beserta banomnya dan tak ketinggalkan seluruh hadirin
yang kami sayangi
Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan nikmat sehat sehingga kita semua bisa berkumpul dalam tempat
yang dibanggakan. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan pada Nabi
Muhammad SAW, nabi yang selalu kita harapkan syafaatnya fiddiini waddun yaa wal
aakhiroh dengan cahaya uswahnya.
Hadirin yang berbahahgia, ilmu dan amal
merupakan satu kesatuan atau sering kita sebut dengan akhlakul karimah,
mempunyai ilmu harus memiliki akhlak yang baik, begitu juga dengan akhlak yang
baik harus dilandasi dengan keilmuan yang mapan. Bukan sekedar ucapan juga
harus dilakukan. Santri adalah generasi penerus yang
memiliki tugas mulia yaitu menjadi pejuang ilmu dan penjaga akhlakul karimah.
Pertama, santri sebagai pejuang
ilmu.
Rasulullah
Saw bersabda
طَلَبُ
العِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap
muslim." (HR. Ibnu Majah)
Seorang santri dituntut
rajin belajar, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Dengan
ilmu agama, kita mengenal Allah, mengerti halal dan haram, serta bisa
beribadah dengan benar. Dengan ilmu umum, kita bisa ikut membangun bangsa ini
menjadi maju.
Kedua, santri sebagai
teladan akhlakul karimah.
Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia. Beliau bersabda:
إِنَّمَا
بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)
Santri harus jujur, sopan santun, berbakti kepada orang
tua dan guru, serta menjadi contoh yang baik di masyarakat. Ilmu tanpa akhlak
akan sia-sia. Tetapi ilmu yang disertai akhlak mulia akan membawa manfaat besar
bagi diri, keluarga, agama, dan bangsa.
Jika para santri bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan
menghiasi diri dengan akhlak mulia,
insyaAllah mereka akan menjadi generasi
Qur’ani, generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap
membangun negeri.
Dengan demikian, sebagai seorang santri atau mengaku santri harus
benar dan sunguh sungguh dalam mencari ilmu, berjuang dan berkorban, juga harus
menjaga perilaku sebagai akhlakul karimah yang memnjadi wujud pengamalan ilmu.
Hadirin
yang berbahagia,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini.
Marilah kita, para santri, terus berjuang menuntut ilmu dengan penuh keikhlasan
dan semangat, serta menjaga akhlakul karimah dalam setiap langkah kehidupan
kita. Karena dengan ilmu, kita akan dimuliakan, dan dengan akhlak, kita akan
dihormati.
Semoga
Allah ﷻ menjadikan kita semua santri yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia,
sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Amin, ya Rabbal ‘alamin.
Akhirul
kalam,
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ