Rabu, 07 Desember 2016
rintik
Rintik yang terus membintik
Takkan hilang walau waktu kian terus berdetik
Padahal ku coba terus memaksa tik tak turunkan Rintik
namun apa daya ku yang hanya manusia penuh dengan dosa tnpa bentuk
Oh hujan yang kian waktu kian bertambah ramai
Apakah kau tau betapa rundung ini kian sepi
Mungkin kini sang penghuni mulai lupa dan tak tersadarkan diri
Dengan segala kepiluan yang selalu ku saji
Walau tanpa wujud yang selalu mendampingi
Duhai hujan firman sang ilahi
Terimalah rasa syukur ini dari hamba yang terus memperbaiki diri
Sabtu, 03 Desember 2016
Ibu
Ibu...
Ku kini hanya sendiri tanpa ada yang mengasih nasehat dan ingatan
Tiada lagi yang mengiringi dan memberi semangat langsung
Walau dulu ada sahabat yang memberi namun kini dia tak tau berada kian kemana
Hanya diri seorang yang selalu berusaha semangat dengan dampingan para calon yang tak menentu
Semoga disana kau sehat selalu
Dan tak bosan mendoakanku ankmu yang selalu berbuat keliru
Maafkan aku yang selalu alalai dalam menjalankan kwajibanku
Sebenarnya tiada yang ingin ku dapatkan saat ini melainkan semangat dan dorongan kehidupan
Sehingga dapat kembali pada jalan yang dulu ku pernah ikrarkan padamu oh Ibu
Doaakanlah anakmu yang berada kian jauh
Dan doakanlan anakmu yang kian mengejar segala cita yang diharapkan dalam hidup yang baru
Terima Kasih atas segala kasih sayangmu oh Ibu
kasih
Kasih...
tak sadar ku selama ini telah mengabaikanmu...
Apakah itu telah membuatmu kian resah dengan segala keusilanku
Sungguh ku tak ingin mengacau apa yang kau kini dapati dan kian kau tekuni
Ku hanya mencoba tak kau kabari ada relung yang belum terisi
Oleh kalbu yang tak pernah mananti...
Mungkin selama ini tiada yang tahu melainkan sosok yang terpendam dalam bumi
Sayangnya kau tak pernah tau dan kupun berdoa kau jangan tau sebelum waktu yang menjanjikanku
Dan memastikanku Bahwa hanya dirimu yang selalu hadir dalam setiap mimpi dan do'a
Serta gemuruh yang tak pernah menentu
Alampun ikut bersedih saat ku ucap namamu dalam doaku
Padahal rembulan tak pernah berkata padaku akan siapa kau yang sesungguhnya
Namunku tau kau lewat rembulan yang hanya tersenyum
Dan bintang yang senantiasa berkelip disetiap kelopak matamu
Jumat, 02 Desember 2016
wawasan
Wawasan keimanan terhadap pokok-pokok keimanan meliputi;
Al-qur’an, secara harfiah berarti bacaaan yang yang sempurna. Terbukti, di baca oleh ratusan orang, di perhatikan begitu mendalam,dan di pelajari secara keseluruhan. Mengulang-ulang membaca al-qur’an menimbulkan penafsiran baru, pengembangaan gagasan,dan menmbah kesucian jiwa.
Tuhan , al-qur’an mengisyaratkan bahwa kehadiran Tuhan dalam diri manusia adalah fitrah dan suatu kebutuhan.
Al-qur’an, secara harfiah berarti bacaaan yang yang sempurna. Terbukti, di baca oleh ratusan orang, di perhatikan begitu mendalam,dan di pelajari secara keseluruhan. Mengulang-ulang membaca al-qur’an menimbulkan penafsiran baru, pengembangaan gagasan,dan menmbah kesucian jiwa.
Tuhan , al-qur’an mengisyaratkan bahwa kehadiran Tuhan dalam diri manusia adalah fitrah dan suatu kebutuhan.
makhorijul huruf
Makhorijul huruf
adalah salah satu ilmu yang didalamnya membahas tata cara pengucapan
dan pengeluaran huruf dari lisan insan yang membacanya, yang mana
dalam kajian ini menurut para ulama terbagi menjadi lima, yakni al
jauf, khoisyum,dan lain-lain. awal
terbentuknya qiroah alquran pada zaman imam Ashim sangatlah banyak,
namun oleh para ulama menjadi lima tersebut yang akan dibahas dalam
makalah ini. Sedangkan ilmu tajwid merupakan suatu illmu yang di
dalamnya tentang bacaan bacaan nun sukun/tanwin bertemudengan huruf
hijaiyyah, hukum bacaan mim sukun bertemu dengan huruf hijaiyyah,
serta berbagai macam jenis mad, dari mad thobi’I hingga mad
far’i/farqu yang terbagi menjadi 16 jenis.
kaki
KAKI
Ketika
Aku kelihatan Ingin
Kamu
bAgai Kuda yang terus berlari mengelilingi bumi Ini
Jikalau
jodoh mungkin takkan pernah terfikir
Bukan
berarti tak selalu ku kau dzikir
Namun
itulah kehendak Dzakir bagi hambanya yang kikir
Walau
kita ikhtiyar hingga kerasnya berfikir
Jika
Tuhan tak menentukan jalladdzikr
Maka
semuapun takkan bisa tersentuh bagai langit yang berada diatas
namungi para faqir
Kaki
ku dan kaki mu mungkin berada dalam lokasi yang tak sama
Namun
bukankah selama ini kita tahu bahwa hati kita berada dalam tempat
yang sama
Tempat
yang tiada tahu ke cuali kita
Dan
tempat tiada yang mengrti kecualiperantara hati yang suci murni
Disanalah
hati kita dan para manusia berada
Ya
dada yang melekat pada raga manusia
Kaki
ku dan kuku mu mungkin tak selalu berda dalam daku dan sempitnya
tempat kakimu
Duhai
kaki penginjak bumi
Mau
sampai kapankah kau kan terus berlari ?
Bukankah
kini sudah waktunya berhenti menemui sosok pujaan hati
bunga
Bunga
Semerbak
harum mewangi disemilir bumi
Menjadikan
semesta kian berseri
Angin
berkata dan hujanpun mulai mereda
Hingga
hati ini bertanya siapakah sebenarnya yang ada dalam dada
Malam
ini sosok bunga yang berada bersma orang tuanya
Dia
melekatkan katupnya pada sayap kumbang ku
Hingga
tak dapat digerakkan sampai ajal terbelenggu
Dikau
sosok yang indah tuk dipandang
Dan
kau sosok yang tak akan tertelan zaman
Mungkin
kau fikir diri ini tak dapat lagi mengumpat saat melihat sosok
terlaknat
Mata
ini bukanlah mata lensa maksiat
Dan
hati ini bukan barometer orang yang bertaubat
Juga
tubuh ini bukan timbangan beban asmara yang begitu berat
Hai
bunga yang selalu taat
Mata
ini hanyalah subyektivitas makhluk yang mengagumimu
Hati
ini hanyalah kopling kecepatan menghampirimu
Dan
tubuh ini hanyalah jongsoran tinggi yang tak berarti tanpa
kehadiranmu
Saat
gemuruh angin hanya satu kekhawatiran hati yakni dirimu
Ketika
badai menerjang juga satu yang selalu mengharapkanmu itu aku
Juga
saat hujan terjatuh dalam bumi hanya satu kata teruntukmu yakni rindu
Hai
bunga yang penuh keanggunan
Parasmu
sungguh menawan
Senyummu
bagai bidadari penghuni surga ridwan
Suarama
laksana kumbang-kumbang ditaman
Sorot
matamu bagai rembulan
Dan
canda tawamu seperti peri yang mukim di kayangan
Tiada
matinya sepanjang zaman
Menjadi
wanita dan perempuan yang selalu didambakan
Langganan:
Postingan (Atom)