Minggu, 09 Juli 2017

ketika

KETIKA PANAS TERSIRAM
Dihari cerah matahari
Terlihat rerintik air jatuh ke muka bumi
Udara yang begitu panas menjadi sejuk dinginkan qalbu
Rasanya ingin ku hampiri pujaan hati
Namun lagi tak dapat ku mencari hingga duri dalam diri menusuk tegak udara malam ini
Jikalau panas menerkam diri
Maka keringatpun meleleh menghiasi keerotisan diri
Saat ku berjalan mendekati pintu ke pintu surgaku
Panas menerkam saat duduk dalam diam
Hingga mentaripun terkalahkan oleh kuatnya awan hitam

Yang menyejukkan diri dan dihiasi oleh angin yang terus menerjang

puisipagi

INDAHNYA PAGI
Suara ayam berkoko lerai sepi
Burung-burungpun berkicau riau
Terbang melayang nanjauh disana
Dan hinggap di pohon dari pohon yang lainnya
Sekejap di pohon, dan suatu melewatinya
Maka terlah ia sambil beerkicau riau kembali
Dengan senandung kasih yang amat indah
Juga ditemani semilir angin tanpa gundah
Menjadikan pagi yang indah semakin indah
Angin sepoi-sepoi semakin menyejukkan suana keriangan hati insani
Melengkapi suasana pagi yang hangat sinar mentari
Pohon dedaunanpun ikut menari seakan turut gembira dengan bergantinya malam ke pagi
Jolakan cahaya di ujung timur
Cahaya dari sumber cahaya penyinar alam semesta
Hingga berakhirnya kehidupan makhluk Allah SWT yang berada di dunia

Semoga Allah senantiasa merahmati dan rido segala tindak tunduk kita semua

puisihujan

HUJAN

Dimalam yang begitu sunyi
Terdengar rerintik air hujan
Bulanpun tak bersinar
     Dan bintang-bintang tertutup oleh gulitanya awan
     Kesunyian malam semakin sunyi
     Seperti hati yang kian semakin sepi
     Andai hati ada yag mengisi
     Tak mungkin diri ini terasa sepi bak tanpa penghuni
Hujan , , ,
Suaramu sungguh amat tajam
Setajam cinta ku padanya
Pada sosok cantik jelita
Namun apalah arti cintaku padanya
Sedang dia meninggalkan tanpa kabar dan berita
Sampai hati tersiksa dan hampir hilang rasa
Sebab dialah sosok cinta tuk selamanya

cnta

CINTA
Dimanakah kini kau kan tumbuh
Dimana cinta ini kian berlabuh
Cinta ku
Kapan lagi kau kan datang menghampiriku
Saat ku terlelap dalam cintamu
Yang mengisi dan menghias diriku
Saat hati dan jantungku selalu untukmu
Oh cintaku
Kini ku kian sengsara olehmu
Karena ku tak bisa dan tak sempat membuang rasamu
Hanya dirimu yang ada dalam lubuk hatiku
Melihat senyum wajahmu
Yang manis bagai madu
Hatiku jadi rindu dan ingin dekat denganmu

Karena kaulah cinta dalam hidupku

SURATcinta

CINTA TERSURAT
Pena hitam berjalan tegap
Diatas kertas putih mengkilap
Saat hati bicara hitam terpancar
Terbentuk indah rangkaian kata
Dari awal mata bicara
Terjawab kencang detak di dada
Ku ingin lepaskan dada
Demi engakau orang tercinta
Dalam suka dan duka
Ku tak bisa ungkapkan cita
Dengan jumpa tatap mata
Ketika ingin berjumpa
Tak pernah ada waktu yang kau punya
Mungkinku tiada sempurna
Karna ku hanya sosok manusia biasa
Hanya kata tersurat cinta
Tuk dirimu tercinta

Cinta hidup hingga akhir masa

bulan

BULAN
Udara malam sejukkan diri
Tanpa cahaya sinar sang mentari
Serta langit hitam bitang taburi
Jadikan lengkap suasana malam ini
Duhai bulan yang mempesona
Andai saja kau dapat dengar bicara
Dia pasti kan tahu apa ku rasa
Saat kau kata padanya
Sungguh sayang beribu sayang
Dikau hanya dapat dengar saja
Tak bisa ucapkan aku padamu kepadanya
Duhai bulan yang di malam kian merona
Malam ini sungguh ku rindu padanya
Rindu cinta kasih sayangnya
Sungguh indah jikalau kau katakan padanya
Cinta apa ku kata
Hanya kau malam pemilik cahaya

Terlengkap bintang samping dan sekelilingnya

INDONESIA

ARAH iNDONESIA
Angin bergulir dengan penuh kegigihan
Debu-debu terbang tanpa tujuan
Mengitari alam yang penuh dengan keanekaragaman
Hingga manusia bingung akan kehidupan
Dentuman senjata menggetarkan isi dunia
Jadikan ramai seluruh bangsa-bangsa
Walau dapat layangkan nyawa
Namun pancasila tetap tertancap di dada
Siang malam berjuang tuk bangsa ini
Bangsa Negara yang selama ini kita huni
Tuk hidup manusia setiap hari
Yang kan temui ajalnya esok nanti
Bangsa ini Bangsa yang kaya
Limpah ruah akan seluruh sumber daya
Dari budaya, agama, hingga bahasa
Terhimpun dalam Bangsa Negara Indonesia
Bangsa Indonesia yang tangkas akan burung Garuda
Bangsa Indonesia yang senantiasa terarah oleh Pancasila
Bangsa Indonesia yang kan tetap kokoh dengan UUD 1945’

Bangsa dan Negara Indonesia kan selalu merdeka dan senantiasa kokoh kapanpun dan dimanapun berada tuk selamanya