Tampilkan postingan dengan label puisi jagat raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi jagat raya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2022

Puisi Rindu

 

RAJUT RINDU


Gulita memang identik dengan malam

Dan rembulan senantiasa menjadi arah dalam kehidupan

Namun apakah juga selalu beriringan dengan kekelaman

Sedang semilir angin mencipta nuansa yang kau sebut kenyamanan

Oh Tuhan inikah yang pernah dirasakan dalam relung yang penuh pergolakan

Kala Kau pertemukan insan yang diciptakan dengan sejuta keanggunan

Dan kini kehadirannya hanya sebatas harap dan permohonan

Sebab bayangnya tak bersuara dan mulutnya terbungkam

Pojok ruang itu terdengar ramai dengan canda tawanya

Namun raga ini tak sanggup menjamahnya

Suaranya dulu bagai bisa kala terdengar dalam kesadaran

Namun tingkah lakunya yang bersandar pada kwajiban pada Tuhan seolah memisahkan

Dan harap selalu saja digantungkan pada gemerlap rembulan

Akan sebuah pertemuan dan kebersamaan

Sedang lintang seolah melarang sebab kepemilikan yang sudah pada lain insan

Juga perkataan yanng teramat jauh dari kejujuran

Dan permohonan serta harapan takkan pernah terhenti dimunajatkan

Pada Tuhan dan rembulan sebagai tempat digantungkan

Pada suanya insan yang tak terbungkam dan berselimut ketentraman

Meski pada akhirnya menjadi lain insan.

 


Jumat, 15 Mei 2020

Kemenangan


Hari demi hari ku jalani 
Menahan rasa pada diri
Ketika ku berjumpa ingin sekali rasanya menghilangkan dari tempatnya
Tapi hati terus menerus berkata
Jauhkanlah ia dari saya
Dengan kesadaran hati
Dia menghilang dari hati
Ketika matahari terbenam
Ku hilangkan lagi dari tempatnya
Hatiku hanya berkata Bersabarlah karena berbahaya
Dan janganlah sis-siakan mereka 
Karena dia akan membalasnya
Sekian lama menjauhi dan dan menghindari
Akhirnya tibalah saatnya tuk kembali
Kembali pada kesucian hati dan diri
Sebab dosa dosa dan kesalahan sudah dileburi
Dengan harapan diri kita semakin suci
Meskipun ramadhan ini penuh berbeda dengan yang selama ini dijalani
Bukan hanya orang sekitar sini 
Dan bahkan seluruh penduiduk bumi
Oh Tuhan pencipta semesta jagat raya ini 
Sungguh Engkau tiada yang menandingi
Hingga kami patut tuk memohon
Semoga semua ini bisa kembali 
Dan insan manusia Bumi pun kembali sehat menyembahmu setiapp hari
Dengan keteguhan hati dan normalitas kemanusiaan yang menjunjung tinggi nilai Ilahi ....

Rabu, 13 Mei 2020

Cinta Tersurat

              Pena Hitam berjalan tegap
                         Diatas kertas putih mengkilap
                           Saat hati bicara hitaam terpancar
                              Terbentuk indah rangkaian kata 
                                        Dari awal mata bicara
                                                    Terjawab kencang detak didada
                                                        Ku ingin lepaskan dada 
                                                           Dalam suka duka teruntuk ia tercinta
                                                       Ku tak bisa ungkapkan cinta
                                                   Dengan jumpa tatapan mata
                                          Tak ada waktu yang kau punya
                                Mungkin Ku tiada sempurna
                       Sebab Manusia biasa 
               Hanya kata tersurat cinta
      Teruntuk nya cinta hingga akhir masa

Orang Tua (do'a)

Ya Allah ...
Langkah-langkah kami teriring doa
Doa dari kedua orang tua
Yang didampingi sanak saudara
Juga menyertai tindak tunduk mereka semua
               Ya Allah...
                Engkaulah dzat yang maha sempurna
                Dzat yang memutarkan roda kehidupan alam semesta
                Engkau tahu amal yang kami kerjakan 
                Meski kami terkada coba tuk berdusta
Ya Allah ... Yaa Robbiiiy
Kami hamba yang haus ilmu pengetahuan
Segala ilmu tuk jalani kehidupan 
Engkaulah sumber ilmu pengetahuan
Berikanlah kami walau sebagian 
                Ya Allah ... Yaa Robbiy
                 Kami hanyalah manusia biasa 
                Yang pasti luput akan sebuah dosa 
                Harapan kami lepas darinya
Dosa yang membebani hingga akhir masa
Supaya kami masuk surga
Meski itu menjadi warna dalam hidup manusia

Selasa, 12 Mei 2020

Puisi Tentang Bulan

Bulan

Udara Malam sejukkan diri
Tanpa cahaya oleh sang mentari
Serta langit hitam bintang taburi
Jadikan lengkap suasana malam ini
Oh Rembulan malam....
Andai kau dapat dengar bicara
Dia pasti kan tahu apa yang ku rasa 
Sebab engkau mengatakan apa yang ku utarakan
Sungguh sayang beribu sayang 
Kau hanya bisa mendengar saja 
Tak bisa katakan aku pada mu untuknya
Oh Bulan sang Ratu mahligainya cumbu malam...
Malam ini sungguh jiwa ini merindukannya
Rindu kan cinta dan juga kasih sayangnya
Sungguh betapa indahnya jika kau katakan padanya
Cinta apa ku kata
Oh Tuhan Semesta...
Kaulah malam pemilik cahaya
Terlengkap lintang dan rembulan yang menghiasi sekelilingnya
Meski hitam terkadang menutupinya
Namun sinar keTuhanan tetaplah abadi selamanya
dalam rajutan rasa yang tak nisata 

Rabu, 29 April 2020

Sajak Untuk Semar

Bumi Nusantara dulunya kian para pengikutmu bertebar
Menyusupi sudut-sudut Jawa yang senantiasa menggetar
Sebab semangat berTuhan Esa yang mengobar
Juga pengikutmu yang setia namun tegar dan sabar
oh Kanjeng Semar
Bukankah dulu Engkau mengayomi tanah jawa yang belantaranya tersebar
Bukankah dulunya pengabdi Tuhan yang satu itu berdiam namun keyakinannya tak pernah gentar
Bukankah dulunya manusia Jawa itu tegar tanpa bubar
Hingga suatu masa Engkau bertemu sang penggugat kesabaran yang benar
Tanpa mengusik jiwa jiwa jawa yang tak tertukar
Sampai Engkau pun mengizinkan meridhokan Manusia jawa itu memilih sabar dalam benar
Meski syaratmu itu sungguh tak banyak yang sadar
Duhai Sang Penguasa Jawa yang Maha menghidupkan jagad raya
Apakah Semar menjadi simbol keTuhanan yang Esa 
atau mungkin Semar menjadi pertanda pentingnya menjaga
Menjaga jiwa yang bertuhan lewat syariat syariatnya
atau barangkali Manusia Jawa terlalu banyak dosa hingga bencana timbul dimana-mana
oh Kanjeng Semar Yang Menguasai Jawa
oh Tuhan Esa yang mengusai alam jagad raya
Jika memang semua ini sudah Engkau takdirkan bagi Manusia 
Maka lewat kata yang mungkin seakan mendustai keadaanya
Kami memohon ..... Sang Tuhan Esa
Lantunkanlah takdir manusia-manusia
Lewat caramu yang teramat sempurna
Dengan kelembutan dan kasih sayang NYA 
Sebagaimana sudah disyariatkan Tuhan semsta
Sang maha Kasih Penyayang semua
Meski manusia - manusia dulumuri dosa



#memohonampunpdTuhanSemesta

Sabtu, 25 April 2020

KARTINI

Perempuan yang tiada daya menjadi berupaya
ia yang terlihat lemah menjadi gagah macam mentari ditengah sawah
seluruh harkat dan martabatnya setara dengan kaum lelaki di Nusantara
Sejak keahlian yang manapun kerap menjadi hak yang sama
Tanpa membedakan derajat juga latar keidupannya

Kegelapan yang membentang
Kini menjadi lintang
Pencahayaan yang terlihat gemilang
Sejak insan hawa menerbitkan pengabdiaannya
Pada bumi pertiwi tempat huninya

Mungkin Engkaulah gerbang dari para wanita Bangsa
Yang menuntun jalan kehidupannya
Hingga pengayoman pun tertera dimana-mana
Sampai perumpamaan apapun tak dapat disepadankannya

Jumat, 17 April 2020

Pendidikan Lembaga Pendidikan

Pendidikan itu Peniadaan diri menghardik kemanusiaan
Pendidikan itu Pengolahan diri yang berbudi tanpa kemunafikan 
Pendidikan itu Penolakan diri dalam insaniyah kapitalisme persoalan 
Dan pendidikan itu Penuaian abdi diri kekurangan tanpa penamaan 
Setiap pendidikan yang berlangsung seringkali menjadikan pendidik penuh serasa dalam keterjeratan
Baik dengan siswa, rekan, atasan, atau mungkin sampai pada Tuhan 
Sebab apa yang  dilakukan kala bergelut jadi pendidik dalam pendidikan tak pernah ada ketulusan dan hanya ada harapan yang tak pernah diakui sesama insan 
Atau mungkin ada pengakuan namun dipandang sebelah sebab pekerjaan sebagai pendidik tak nampak oleh penglihatan
Kehidupan yang memang menjadi sandiwara sering dikatakan 
Hingga profesipun masih dianggap sandiwara di lingkup kelembagaan
Bahkan perilakupun penuh kemunafikan
Lembaga itu lembar bagian raga 
Ia hanya menampung jasad yang nampak dalam pendidikan 
Menampung raga didik yang menjadi unsur simbiosis pendidikan 
Juga menjadi tolak penilaiaan kualitas yang dianggap sebagai pamor perkutikan pengolahan perjalanannya
Meski terkadang harus nista dan membohongi masa yang meniadakan kebodohan dengan pintar yang berpura-pura
Sedang penaung dari jiwa lembaga itulah sang pendidik yang berilmu tanpa pandang mata
Sebab ia sudah bercita dan turut duka atas pengabdiannya 
Sebab harap dan inputnya mungkin tak cukup untuk berkehidupan di dunia 
Ingat Pendidikan itu bukan hanya menghasilkan output raga dan otak yang berkepintaran
Bukan hanya mulut yang lamis dalam mengolah kata hingga mendusta manusia lainnya
Atau mungkin fisik yang tak mudah goyah kala terhempas adidaya
Namun justru yang paling penting ada dalam pendidikan, lembaga, dan perjalannaya
Hanyalah jiwa semata, yang mana ia kan menjadi operatot dalam setiap pengekspresian raga
Jiwa yang lehir penuh budi 
Jiwa yang dicipta penuh jati diri 
Juga jiwa yang terluluskan oleh tameng kejujuran diatas kemunafikan hati 
Hingga kekerasan akan pertanggungjawaban pendidik pun perlu dinanti
Sebab merekalah yang bertanggungjawab berlangsungnya regenerasi Bangsa ini
Bukan mengoobral dusta atau janji setiap ajaran baru berganti
Bukan mengadakan apa yang tak ada dalam proses yg murid lalui
Dan bukan mencemooh partner atas dan bawah tuk menggurui
Akan tetapi sinergitas, konektivitas, integrasi dan interkoneksi antar lapisan bawah dan atas harus dijunjung oleh nilai kemanusiaan yang berbobot sosialitas dan solidaritas
Karena Lembaga, pendidikan, pendidik dan peserta didik menjadi sub interkonektifitas kehidupan yang bermartabat harusnya meneguhkan ketulusan dan kejujuran hati serta senantiasa bermunajat pada Sang Ilahi Tuhan Esa yang mencipta langita dan bumi penuh akan macam isi

Kamis, 24 Oktober 2019

Rundu


Semilir angin kian meraba jasad yang tengah terdiam
Tarian pepohonan kian berpartisipasi mengindahkan kesunyian malam
Rembulanpun seraya tersenyum mensyahdukan jiwa yang semakin kelam
Sedang bintang tak henti berlari menuju pelabuhan tanpa logam


Jumat, 01 September 2017

puisi untukmu

Sepi

Semilir angin tak henti-henti menerpa dinginnya malam
Berhias tarian hijau gelap dalam rerumunan
Dan suara kemresek daun keringpun menerjang batang pepohonan
Hingga rasa ketakutan semakin tertanam dalam setiap jiwa insan yang bernyawa
Duhai rembulan yang kian hari semamin tampan rupawan
Dan bintang-binyang yang selalu menerbangkan sosok keanggunan
Yang menembak setiap bidik pemandangan
Lewat keembutan dan kepesonaan yang dikau banggakan
Hembuskanlah langit-langit kehangatan yang menentramkan
Hilangkanlah kebosanan dalam setiap sudut kehidupan
Lewat bayang sosokmu yang semakin mengerlip bagai reruntuhan
Dan hidup kita tak tersusun bagai busuknya bngkai di lautan
Oh Tuhan
Jadikanlah setiap tutur rembulan sebagai bingkisan
Yang mewakili berjuta perasaan yang dirasakan
Hingga kesesuaian hidup tak terjadi lagi dalam pandangan
Dan jika perselisihan terjadi pertikaian
Makan selesaikanlah dan rampungkanlah misi dalam kehidupan
Sungguh besar jasa yang kini kau berikan
Duhai Tuhan, Mentari, dan rembulan
Sungguh berharga sinar mentari dikala siang hari
Dan kian berjasa sang rembulan saat berikan hiasan di malam hari
Hingga hidup seakan kian sesempurna ini
Keramaian tak selamanya enentramkan hati
Penerangan tak selamanya menjadikan diri ini terus berani
Sebab hanya terasa jika kita sudah merasa petang dan sepi
Sebab karenanya...
Duhai Tuhan Yang Maha Esa nan Kuasa
Abadikanlah sepi-sepii dalam bumiMu hingga kami para anusia terus merasakan betapa besar dan agungnya kasih sayang Mu terhadap seluruh makhluk di alam semesta


Jumat, 18 Agustus 2017

puisimu

PERENUNGNGAN
Ku terdiam tenang tanpa kata
Dalam kesendirian yang penuh dusta
Dan keangkuhan yang menganggap lain tiada melainkan dirinya
Duhai Tuhan yang Maha Kuasa
Iringilah hambamu yang terus berdusta
Dan cinta pada manusia yang tak pernah doa ataupun bahagia
Hinnga kami lupa akan segalanya
Harapan dan tujuan memang bukan dan tak selalu terikat pada pendirian
Namun dengan pendirian itulah kami meraih tujuan
Hingga berakhir pada unsur ketuhanan yang selalu didambakan
Ku terdiam bukan berarti lari dari kenyataan
Ku termenung bukan berarti tak mau meerima semua keadaan
Melainkan diri ini diam dan merenung sebab mentafakkurkan berjuta lebih nikmat sang Tuhan

Sumber dari bermilyaran sumber sebagai naungan kehidupan

Selasa, 08 Agustus 2017

panpuisi

PROKLAMASI

Hari kegembiraan bagi anak cucu bangsa
Hari yang sekian abad didambakan oleh para gugur perjuangan
Dan hari yang mulai jadikan manusia lupa akan kesopanan
Serta lupa atas kejujuran dan kesungguhan

Kemerdekaan yang dulu sempat dijanjikan
Menjadikan pejuang bangsa semakin membara tanpa terpadamkan
Walau badai menerjang dan ombak menghadang
Namun nasionalisme patriotisme tetaplah setajam parang

Duhai pahlawan yang gugur diperut ibu pertiwi
Maafkanlah seluruh generasi yang tak pernah faham arti proklamasi
Dan tak mengerti kesejatian hidup ala indonesia ini
Hingga bangsa yang kau perjuangkan terpecah bagai kanji

Proklamasi seharusnya dijadikan perenungan
Namun kami merayakan dengan penuh kefanaan
Hingga yang terjadi bukan rasa cinta kemerdekaan 
Melainkan rasa sombing berhias sisip keangkuhan

Proklamasi mu senantiasa ku damba dalam jiwa
Kuhunuskan seluruhnya dalam dada
Dengan genggaman yang kuat tergoyah jeda
Sampai proklamasi kemerdekaan disetiap hari dan 17 kehidupan manusia

Minggu, 09 Juli 2017

puisipagi

INDAHNYA PAGI
Suara ayam berkoko lerai sepi
Burung-burungpun berkicau riau
Terbang melayang nanjauh disana
Dan hinggap di pohon dari pohon yang lainnya
Sekejap di pohon, dan suatu melewatinya
Maka terlah ia sambil beerkicau riau kembali
Dengan senandung kasih yang amat indah
Juga ditemani semilir angin tanpa gundah
Menjadikan pagi yang indah semakin indah
Angin sepoi-sepoi semakin menyejukkan suana keriangan hati insani
Melengkapi suasana pagi yang hangat sinar mentari
Pohon dedaunanpun ikut menari seakan turut gembira dengan bergantinya malam ke pagi
Jolakan cahaya di ujung timur
Cahaya dari sumber cahaya penyinar alam semesta
Hingga berakhirnya kehidupan makhluk Allah SWT yang berada di dunia

Semoga Allah senantiasa merahmati dan rido segala tindak tunduk kita semua

puisihujan

HUJAN

Dimalam yang begitu sunyi
Terdengar rerintik air hujan
Bulanpun tak bersinar
     Dan bintang-bintang tertutup oleh gulitanya awan
     Kesunyian malam semakin sunyi
     Seperti hati yang kian semakin sepi
     Andai hati ada yag mengisi
     Tak mungkin diri ini terasa sepi bak tanpa penghuni
Hujan , , ,
Suaramu sungguh amat tajam
Setajam cinta ku padanya
Pada sosok cantik jelita
Namun apalah arti cintaku padanya
Sedang dia meninggalkan tanpa kabar dan berita
Sampai hati tersiksa dan hampir hilang rasa
Sebab dialah sosok cinta tuk selamanya

Kamis, 22 Desember 2016

puisirakyat

Rakyat

Selamat pagi wahai kaum rakyat

Sosok makhluk yang senantiasa mengharap pertolongan Tuhan yang maha kuat

Sebab ulah dan pembangkangan para birokrat yang menjadi wakil rakyat

Mereka bukan sosok yang pantas tuk dilaknat sebab ketertinggalan kaum moderat

Namun mereka hanya berusaha menjaga apa yang menjadi kebiasaan mereka dalam berisiadat

Shingga ketika mereka tertinggal atau baahkan tidak makan berhari-hati hingga berabad

Maka tak sepantasnya mereka kita salahkan walau sejujurnya mereka tak dapat berbuat

Hai kaum birokrat

Bergegaslah kau dalam menyampaikan amanat kepada rakyat

Sebelum mereka marah dan memberimu berjuta laknat

Hingga mereka mengecapmu sebagai para bangsat yang berkeliaran dalam dunia yang terlaknat

Bukankah kalian menjadi wakil yang menggantka mereka saat sidang dengan para peninggi Bangsa

Bukankah dulu berjua janji kalian sampaikan hingga rakya terkelabui oleh kemunafikan yang kau punya

Dan bukankah dulu rakyat kalian memohoni agar memliih kalian hingga seakan kaia mengemis pada mereka

Namun kenapa kini kalian selalu mengecewakan mereka hingga mereka menangis darah dan nanah

Apakah kalian tak memiliki rasa kasih terhadap sesama manusia ?

Atau mungkin yang ada dalam benak kalian hanyalah tahta dan juga harta yang bergelimang warnanya

Hai bangsat birokrat

Bersegeralah kalian bertaubat

Jangan sampai do’a rakyat terucap pada kalian terkait penerimaan laknat dan congkak

Hingga kaian terberi balasan Tuhan yang paling dahsyat

Salam rakyat teradap birokrat sepanjang hayat selalu terasa terhambat dalam pelaksanaan ekosistem 
kemanusiaan yang penuh dengan sandiwara dan kemunafan belaka yang terhebat.


Senin, 10 Oktober 2016

Puisiku

Malam

Gemuruh angin semakin mengguncangkan dedaunan ditengah kesunyian

Beriring nada syahdu yang kau lantunkan saat rembulan kian bercengkrama dengan dewi keanggunan

Mungkin langit yang gelap tak jauh memandang insan saat mata mulai terpejamkan

Namun hati dan jiwa ini bukankah senantiasa bersamamu dalam berbagai fantasi keheningan,,, ?

Gelora udara yang selama ini menghembusi pori-pori kian meninggi saat mendengar dentuman 
firman ilahii

Firman yang menjadikan takit pada seluruh penghuni alam semesta ini

Juga firman yang disandarkan pada hati yang senantiasa taqwa tanpa ada gelisah resah yang kau 
hantui

Dan pohon-pohonpun sudah tak mau lagi bicara saat sabda beserta firman kian mengatur alam ini

Walau sejujurnya ada celah hati yang selama ini tak dapat dipungkiri oleh jwa ini

Pagi, siang, malam, dan sore hari kini tak dapat membedakan pemetaan roda waktu yang terus berputar

Dari pagi hingga pagi lagi berubah bagai halilintar yang terus menyambar

Tiada henti dan relaksasi walau sungguh bumi ini semakin bagai terbakar

Apakah sebenarnya yang sedang Tuhan tetapkan bagi alam yang terus memuai dengan panas dan 
dinginnya kesejukan

Dan semakin hangat dengan kepanasan yang Tuhan ciptakan

Apakah ini saranaNYA bagi kita untuk saling mengenal dengan namanya perbedaaan dan pengertian 
,,
Atau mngkin ini sarana pengujian dan persiapan kehidupan akhirat yang tak dapat dihentikan

Wahai kasih yang selalu ku sebut dalam do’a

Sedang apakah kau disana ?

Apakah kau tahu dengan segala rasa disini yang semakin menggelora

Dan bertambah gelora semakin hilangkan obat penawarnya

Marilah datang dan dekati jiwa ini bukan hanya untuk berfantasi tapi juga sebagai sarana temukan 
ridho ilahi

Datanglah saat waktu yang tepat dan bukan waktu yang selalu kau laknat

Kembangkanlah senyum pada bibirmu sebagai kesyukuran atas nikmat Tuhanmu bukan untukku 
yang selalu menyesatkanmu

Aku tak banyak harap dan hayal belaka dengan

Namun ku hanya ingin kau disini tuk jadi nyata bukan imajinasi yang sesakkan dada

Awalilah hadir dalam mimipiku yang berperan ratu dalam setiap istana yang selalu ku adu

Dan lihatlah esok bersamaku bahwasanya kau kan berada dalam setiap jengkal langkah kakiku


Wahai Bidadariku,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Rabu, 05 Oktober 2016

puisi

Kesunyian Malam

Desir angin menyemilir tubuh yang tak penuh daya

Rembulan mengdipkan mata bagai sinar yang tiada hentinya

Dentuman namaMu semakin kian membara di hati hamba yang bertakwa

Sebutan para kekasihmu mulai terbang di penjuru dunia

Dengan kehalusan dan kelembutan yang tiada tara

Lensa ini semakin sayu tak dapat lagi memandang ke arahmu

Sinar MU pun semakin tak terjangkau dari lautan ibu

Yang terlihat hanyalah tipu daya manusia datas ranjang yang penuh akan debu

Ku coba tuk mengingat segala nikmat yang datang dari Mu

Namun tak dapat terfokus lantaran ruang hati terhadirkan bayang semu

Sosok sempurna dan keindahan satu makhluk wanitamu

Subhanallah betapa sungguh indahnya makhluk ciptaanmu

Yang kau kirim dalam dunia fana’

Walau tak dapat bersamanya namun kini telah berjumpa

Sekalipun hanya sekejap mata

Namun wajahnya kan selalu terngiang dalam dada



Dan kan hidup disetiap bayang semu wajahnya

puisiku

IBU

Hiruk pikuk semesta tak pernah kau keluhkan pada siapapun
Kapahitan rasapun tak pernah kau sumbangkan pada kalangan manapun
Dan kepedihan juga kesengsaraan senantiasa kau pendalm dalam jiwa yang ketahui oleh siapapun
Namun kami tak pernah berhenti mengeluh setiap menghadapi cobaan dan halangan hidup ini
Oh Ibu...
Sebenarnya kami ini siapa
Apakah kami ini anak-anakmu yang kau tunggu di sela pintu rumahmu
Apakah kami ini anak-anakmu yang disetiap shalatmu kau sebut namaku
Padahal kami tak pernah sekalipun ingat padamu, selalu membebanimu, dan bahkan kami senantiasa membohongimu dalam setiap kehidupanku
Oh Ibu....
Kau tak pernah mengeluh akan apa yang selama ini kami adukan
Dan kau tak pernah menghindar setiap kami butuh bantuan
Kasihmu memang tak dapat dibandingkan dengan kehidupan dan kemewahan
Jasamu sangatlah berharga tuk kami jalankan kehidupan
Mungkin seandainya dulu kau putuskan tuk biarkan
Maka kamipun tak akan hadir dalam alam yang penuh dengan kedustaan
Hidup ini memang panggung kedustaan yang penuh dengan keseraman
Hidup ini memanglah kenyataan yang kita tau hanyalah permainan
Namun kau memberikanku perbedaan
Kau buatku kejujuran, kenyamanan, ketentraman, dan bahkan perlindungan
Oh Ibu....
Maafkanlah kami yang selalu jauh darimu
Maklumkanlah segala salah dan khilafku
Mungkin kami tidaklah pantas tuk jadi anakmu dan mengaku kaulah Ibuku
Namun kami ingin membahagiakanmu dengan segala kepemilikanku dan harapan-harapan yang dulu pernah kau sampaikan padaku
Oh Ibu...
Terimakasih atas segala kasih sayangmu dan segala pengorbanan serta perlindunganmu
Mungkin aku tak dapat membalas segala apa yang selama ini kau berikan padaku
Mungkin kini aku tak bisa bersanding diisimu
Tapu aku kan hanya bisa mendoakanmu di setiap waktu sebagai wujud keberbaktianku padamu
Dan semoga kelak kita bisa hidup sebagaimana masa kecilku
Bisa bersanding dan bermain belajar bersama denganmu hai Bapak Ibu
Semoga kita bisa ,berwashilah langsung pada Rasul yang penuh dengan sayangnya pada Ibu
Berziarah ke Makkah dan Madinah tuk sempurnakank dan ikatkn Ibu, Bapak, dan aku anakmu
Oh Ibuu...



Aamiin.........

Jumat, 30 September 2016

puisi

IBU

Hiruk pikuk semesta tak pernah kau keluhkan pada siapapun
Kapahitan rasapun tak pernah kau sumbangkan pada kalangan manapun
Dan kepedihan juga kesengsaraan senantiasa kau pendalm dalam jiwa yang ketahui oleh siapapun
Namun kami tak pernah berhenti mengeluh setiap menghadapi cobaan dan halangan hidup ini
Oh Ibu...
Sebenarnya kami ini siapa
Apakah kami ini anak-anakmu yang kau tunggu di sela pintu rumahmu
Apakah kami ini anak-anakmu yang disetiap shalatmu kau sebut namaku
Padahal kami tak pernah sekalipun ingat padamu, selalu membebanimu, dan bahkan kami senantiasa membohongimu dalam setiap kehidupanku
Oh Ibu....
Kau tak pernah mengeluh akan apa yang selama ini kami adukan
Dan kau tak pernah menghindar setiap kami butuh bantuan
Kasihmu memang tak dapat dibandingkan dengan kehidupan dan kemewahan
Jasamu sangatlah berharga tuk kami jalankan kehidupan
Mungkin seandainya dulu kau putuskan tuk biarkan
Maka kamipun tak akan hadir dalam alam yang penuh dengan kedustaan
Hidup ini memang panggung kedustaan yang penuh dengan keseraman
Hidup ini memanglah kenyataan yang kita tau hanyalah permainan
Namun kau memberikanku perbedaan
Kau buatku kejujuran, kenyamanan, ketentraman, dan bahkan perlindungan
Oh Ibu....
Maafkanlah kami yang selalu jauh darimu
Maklumkanlah segala salah dan khilafku
Mungkin kami tidaklah pantas tuk jadi anakmu dan mengaku kaulah Ibuku
Namun kami ingin membahagiakanmu dengan segala kepemilikanku dan harapan-harapan yang dulu pernah kau sampaikan padaku
Oh Ibu...
Terimakasih atas segala kasih sayangmu dan segala pengorbanan serta perlindunganmu
Mungkin aku tak dapat membalas segala apa yang selama ini kau berikan padaku
Mungkin kini aku tak bisa bersanding diisimu
Tapu aku kan hanya bisa mendoakanmu di setiap waktu sebagai wujud keberbaktianku padamu
Dan semoga kelak kita bisa hidup sebagaimana masa kecilku
Bisa bersanding dan bermain belajar bersama denganmu hai Bapak Ibu
Semoga kita bisa ,berwashilah langsung pada Rasul yang penuh dengan sayangnya pada Ibu
Berziarah ke Makkah dan Madinah tuk sempurnakank dan ikatkn Ibu, Bapak, dan aku anakmu
Oh Ibuu...



Aamiin.........

Sabtu, 24 September 2016

Puisi

Sahabat

Wahai sahabat...
Engkaulah teman terbaikku..
Engkaulah bintang saat gulita  mulai mendatangiku
Wahai sahabat..
Engkaulah teman  yang ku tunggu
Disaat senang mapun duka
Kau selalu berada disampingku

Wahai sahabat...
Engkaulah teman dulu kini hingga masa depanku..
Engkaulah penerang masa remaja hingga matiku
Tak peduli ajal kan menjembutku
Namun kau tetaplah sahabat hidupku ...

Wahai Sahabat...
Kini kau kianmenempu jalan masa depanmu
Kau telah menentukan masa depanmu
Ingtlah disini kau selalu didoakan sahabatmu
Engkaulah telaga warna yang menemanihudupku
Dan semoga kau selalu sehat jiwa ragamu beriringan bertambahnya ilmu dan pengetahuanmu, serta semoga kau takkan peranah melupakan ku,,,,,

Salam rindu sahabat "CHADHEZHA2
"