Senin, 15 Mei 2017
Kamis, 04 Mei 2017
Sabtu, 29 April 2017
sujud tilawah
- Pengertian Sujud Tilawah
Sujud
tilawah adalah gerakan sujud yang dilakukan ketika membaca ayat
sajadah dalam Al qur’an. Barang siapa membaca/mendengarkan ayat
sajadah disunahkan sujud satu kali. Caranya : bertakbir, sujud,
bertakbir lagi untuk bangun dari sujudnya itu, tanpa ada tasyahud dan
juga salam.
Niat
sujud tilawah
Bacaannya
sujud tilawah
دَ
وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ
سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ
وَقُوَّتِهِ سَجَ
- Keutamaan sujud tilawah
- Ketika manusia membaca ayat sajadah kemudian manusia sujud maka syaita akan berkata celakalah dirinya, HR. Abu hurairah
- Diriwayatkan oleh nafi’ dan ibnu umar Rasulullah SAW membacakan alqur’an melalui ayat sajadah, beliay berakbir dan sujud satu kali. Maka abu daudpun ikut bertakbir pula.
- Abdullohbinmasud berkata; apabilaanda membaca ayat sajadah maka bertakbir dan bersujudlah sekali lagi.
- Hukum sujud tilawah
- Boleh dilakukan dan tak berdosa jika ditinggalkan
- Sunnah
- Letak ayat sajadah
- Q.S Al a’rof ; 206
- QS. Ar Ro’d ; 15
- QS. An Nahl ; 49
- QS. Al isro ; 107
- QS. Maryam ; 58
- QS. Al Haj ; 18, 77
- QS. An naml ;25
- QS. AS sajadah ; 15
- QS. Al furqon ; 60
- QS. Fusshilat ; 38
- QS. An Najm ; 62
- QS. Al Alaq ;19
- QS. Shad ; 28
- Hikmah Melakukan Sujud Tilawah
- Dijauhkan dari godaan syaitan’
- Lebih menghayati bacaan dan makna alqur’an yang sedang dibaca
- Mendekatkan diri kepada Allah
Rabu, 12 April 2017
problem pendidikan
- Tinjauan atau Pendahuluan (Fakta dan Problem Pendidikan Saat ini)
Pendidikan Akhlak merupakan
pendidikan mengenai dasar-dasar moral dan keutamaan perangai, tabiat,
yang harus dimiiki dan dijadikan kebiasaan anak-anak sejak mumayyiz
hingga mukallaf, pemuda yang mengarungi kehidupan. (Al ghazali, 1980:
174), sedangkan uswah tersendiri adal salah satu metode pendidikan
akhlak dengan teladan ataupun contoh. Uswah
dalam KBBI diartikan suatu teladan/contoh secara faktual bukan narasi
dan dilaksanakan secara continue kemudian ditirukan oleh setiap obyek
yang ditentukan yakni siswa-siswi yang berada di sekitarnya1.
Informasi tentang akhlak yang diperoleh oleh siswa melalui uswah yang
diperankan oleh para subyek pendidikan kemudian harapannya nilai yang
diterima oleh para siswa dapat diterapkan/diaplikasikan dalam setiap
kehidupan pribadi mereka baik dengan diri sendiri, teman, lingkungan,
keluarga maupun orang tua.
Faktanya di SDN Timbulharjo Bantul
Yogyakarta, interaksi siswa dengan kepala sekolah menunjukan setiap
pagi siswa berjabat tangan dengan kepala sekolah yang berdiri di
depan ruang guru. Ketika berjabat tangan dengan kepala sekolah, siswa
juga mengucapkan salam dan mencium tangan, selain itu ketika siswa
masuk ruang kepala sekolah siswa mengetuk pintu dan mengucapkan
salam, ketika sudah dipersilahkan masuk mereka masuk menemui kepala
sekolah mengatakan maksud tujuannya. Ketika berbicara dengan kepala
sekolah juga menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar dan
terkadang diselingi dengan bahasa jawa halus. Siswa berpamitan ketika
sudah selesai dan hendak meninggalkan kepala sekolah. Interaksi
antara siswa dengan guru dan karyawan ditunjukan dengan bersalaman
saat bertemu dengan mereka dan mengucapkan salam sambil mencium
tangan guru. Ketika sedang kegiatan belajar mengajar kemudian hendak
mendingkalkan kelas maka siswa berpamitan kepada guru yang sedang
mengajar. Pada akhirnya pelaksanaan pendidikan akhlak berbasis uswah
di SDN Timbulharjo sangat mendukung pelaksanaan tersebut dengan
memberikan teladan berankat lebih awal, pakaian rapih, bertutur kata
yang baik, dan menjadi teladan2.
Ada juga dalam sebuah video liputan 6 petang jakarta pada 11 oktober
20016 telah terjadi kenakalan remaja terkait seorang remaja yang
cemburu terhadap sahabatnya neka menyiksa dan mencoba membunuh namun
sahabatnya bisa menyelamatkan diri. Menurut kepala polisi trindade
(renata Vieirera) mereka semua adalah teman satu kelas dan
sahabatan, dan ada yang sudah berteman selama 10 tahun. Namun karena
cemburu melihat korban dianggap merebut kekasih, sehingga ia akhirnya
dianiaya oleh pelaku3
Selain itu ada jug beberapa sekolah
yang belum melaksanakan pendidikan akhlak sehingga mengakibatakan
adanya siswa yang menjangkit atau melakukan perbuatan abmoral dalam
berkehidupan bersama guru dan pegawai ataupun dengan masyarakat.
Apalagi sampai terjadinya perlawanan antara siswa dengan guru bahkan
terjadi perkelahian yang sangat memilukan. Sekitar tujuh tahun yang
lalu ada salah satu kelompok pelajar yang ditegur oleh seorang guru
BK disekolah sehingga mereka mereka diusik oleh guru tersebut,
akhirnya beberapa pelajar itu sepulang sekolah menghadang guru BK
tersebut dan memukuli guru BK akhirnya kakinya terluka dan tiak bisa
berjalan dengan normal dan kakinya pincang selama beberapa waktu
hingga kakinya sembuh baru penyelesaian dengan para siswa tersebut.
Selain itu empat tahun yang lalu ada salah satu SLTA di Jawa Tengah
ada kejadian yang hampir sama terjadi perkelahian antara guru dan
siswanya disekolah. Kasus ini terjadi berawal dari seorang siswa yang
terlambat kemudian oleh guru Bk yang sedang bertugas ia ditanya
beberapa hal yang mengakibatkan siswa tersebut tersinggung hingga
akhirnya siswa tersebut menjawab dengan perkataan yang tidak sopan
sehingga guru tersebut memukul siswa dan terjadi cekcok antara murid
dan guru tersebut hingga besok harinya siswa itu melaporkan kejadian
dan perbuatan gurunya tersebut ke kepolisian sehingga guru BK dibawa
ke kantor ppolisi untuk dilakukan penyelidikan sebab diduga telah
melakukan penganiayaan terhadap siswanya4.
Problem loral yang menjangkit tatana
kehidupan berbangsa dan negara merupakan bukti nyata gagalnya
pendidikan kita.sementara itu konsep pendidikan karakter di indonesia
yang sedang mengedepankan sebagai solusi pemecahan moral, selama ini
lebih banyak menjadi sebuah tema menghasilkan sebuah teori menurut
sebuah pihak tanpa disertai kesatuan landasan kefalsafahan yang
menjadi dasar pemikiran melihat relita tersebut Gitaliska tri arini
dalam skripsinya mencoba untuk meralisasikan kembali pemikiran
pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara sebagai dasar konsep
pendidikan indonesia sesuai dengan budaya sendiri. Untuk memberi
bekal kuat dalam membangun karakter bangsa. Dalam penelitiannya ia
melakukan studi pustaka, analisis dan wawancara dengan pihak sekolah
dan melihat lapangan SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Taman Siswa. Ketika
dilapangan melihat realita yang tidak menggunakan konsep pendidikan
Ki Hajar para siswa masih ada yang kurang dalam penanaman akhlak dan
juga menghasilkan output pendidikan yang kurang dan bahkan tidak
berakhlak. Disisi lain ia melihat dan menemukan nilai-nilai
pendidikan karakterbangsa dalam setiap konsep pendidikan Ki Hajar
Dewantara yang masih relevan untuk terus dibinaserta strategi
penerapannya di sekolah. Dengan demikian hal tersebut bisa dijadikan
sebagai rujukan dalam rangka revitalisasi mencapai pendidikan
karakter bangsa5.
Oleh karenanya problem sekarang yang tengah dihadapi oleh bangsa ini
adalah terkait dengan akhlak yang masih sangat minim oleh para
pelajar dalam berperangai yang baik dan juga menghormati sesama
manusia dan warga negara. selain itu guru juga harus menanamkan nilai
akhlak dan memberikan teladan terhadap siswanya dalam kehidupan di
sekolah mereka tinggal.
Bahkan sampai di perguruan tinggupun
seorang dosen masih perlu menanamkan nilai akhlak dan teladan
terhadap mahasiswa, telebih Fakultasnya pendidikan perlu juga adanya
pembiasaan bagaimana dosen bergaul dan berkomunikasi ferbal dan
formal dengan mahasiswa, sehingga mahasiswanya memahami bahwasanya
kelak ketia mereka sudah menjadi bagian dari lembaga subyek
pendidikan juga harus berlaku sebagaimana apa yang telah dibiasakan
guru ataupun dosen sebagai produk manusia berpendidikan, sehigga,
semua dapat dilihat dilingkungan UIN Sunan Kalijaga seorang yang
diampu oleh seorang dosen juga secara tidak langsung dalam bergaul
sedikit demi sedikit dengan bagaimana masing-masing dosen yang sering
bertemu dan berkomuni kasi formal dan nonformal bersamanya. Sehingga
kebiasan dan pembiasan oleh setiap lembaga dan subyek yang berada
didalamnya perlu melakukan hal yang demikian dalam rangka
penanggulangan dekadensi moral bangsa yang terus merambak ke wilayah
yang lebih sensitif dan terpencil dan tak terjangkau oleh sistem yang
berwenang6.
- Solusi Pendidikan/Praktik Pendidikan Masa Lalu
Salah satu tokoh pendidikan islam
yang sangat relevan dan koheren hingga berkat jasanya terlahirlah
organisasi masyarakat yang penuh tolerasni dan juga kesederhanaan
hidup. K.H Hasyim Asy’ary sosok yang sangt dikenal penjuru dunia
dan keilmuan yang sangat luar biasa, beliau dapat dijadikan sebagai
contoh bagi pelaksanaan pendidikan berakhlak dan teladan bagi setiap
murid-muridnya.
Sejak masa kanak-kanak K.H Hasyim
asy’ary sudah menunjukan sosok tanda-tanda kehebatan pemikirannya
dan selalu belajar serta belajar dalam setiap kesempatan hidupnya.
Latar belakang keluarga yang berbasis keagamaan belia turut melatar
belakangi beliau dalam berkepribadian dan juga berperilaku setiap
harinya, bahkan setiap kali hendak pergi dalam jarak yang dekat
selalu berpamitan kepada kedua orangtuanya sebagai perwujudan
kehormatan dan berbaakti terhadap orangtua. Sejak kecil hingga remaja
beliau sangat tinggi motivasinya untuk belajar dan nurut terhadap
orang tuanya, sampai suatu ketika berpamitan lepada ibunya untuk
menimba ilmu didaerah yang cukup jauh kemudian sang ibu menangis, dan
Kyai Hasyim kembali mengurungkan niatnya untuk belajar ke daerah
lain. Dan beliau baru pergi ketika ibu sudah mengijinkan dan
meridlhoi kepergiannya. Selama belajar ia selalu ta’dzhim terhadap
kyainya terebih saat ia belajar di pesantren kademangan milik K.H
Kholil Bangkalan disana Kyai hasyim ketika diperintah oleh sang kyai
selalu nurut dan menaati peraturan yang ada di pesntren tersebut
mulai dari yang opaling kecil hingga besar7.
Setelah pulang dari pondok pesantren
dan menikah dengan istrinya diberi pilihan untuk meneruskan ayahnya
di pesantren, namun kyai hasyim lebih memilih untuk pindah bersama
istrinya membangun rumah yang sangat sederhana di tanah keluarganya,
dan memulai membuka pengajian untuk masyarakat sekitar rumah kyi
hasyim tinggal. Awal pembukaan pengajiannya hanya dihadiri oleh
beberapa santri saja dibawah sepuluh anak sekitar. Disisi lain juga
banyak orang tua yang tidak mengijinkan anaknya untuk belajar
kepadanya. Dalam pengajaran pengajiannya Kyai Hasyim senantiasa
menanamkan nilai akhlak terpuji mulai menjalankan apa perintah Allah
SWT hingga patuh terhadap orang tuanya meskipun ia tau apa yang
dilakukan itu baik. Usai menjelaskan hak tersebut dihari berikutnya
santri yang datang semakin sedikit dan setelah ditelusuri kebanyakan
mereka tidak boleh berangkat mengaji ke Kyai Hasyim karena dilarang
oleh orang tuanya. Saat mendengar berita tersebut kyai hasyim
bukannya sedih akan tetapi merasa senang sebab santriuinya telah
menanamkan dan memanfaatkan apa yang diajarkan oleh beliau.8
Beriring dengan berjalannya waktu
pesantren kyai hasyim semakin berkembang dengan pesat berkat kesadarn
msyarakat sekitar dan santrinya juga semakin banyak. Sampai suatu
ketika pengajian subuh ada salah satu santri yang tidak ikut jamaah
dan pengajian tersebut dan kyai hasyim menyuruh salah satu santrinyan
untuk memanggil anak yang tidak jamaah, sesampai dihadapan bbeliau
santrinya kaget sebab bukan marahan yang didapatnya namun justru
salaman dan jabat tangan cukup lama sambil menasehati santrinya untuk
rajin jama’ah dan ngaji setiap harinya9.
Dalam pergerkan pendidikan nasional
ada salah seorang yang sangat terkenal dengan ciri khas pendidikannya
yaitu pola asuh dan kepemilikan dengan para muridnya ia adalah Ki
Hajar Dewantara, ia terkenal dengan seorang tokoh pendidikan yang
berneda dengan tokoh yang lain sebab ia emiliki kekhasan konsep
pendidikan yang disebut dengan sistem among dan berbasis budaya kita
sediri. Selama kehidupannya Kio hajar dewantara dalam mendidik dn
mengajar selalu mementikan pola asah asih asuh hingga pada akhirnya
beliau dapat mendirikan perguruan taman siswa di Yogyakarta. Dalam
pembelajaran di kelas Ki hajar dewantara tidak pernah berkata kata
yang buruk didepan muridnya dan selalu memberikan contoh dan juga
keteladanan baik dari pemahaman dan juga perilaku kehidupan10.
Dalam pembelajaran ditaman siswa ia selalu menerapkan sistem trilogi
sehingga dapat menciptakan output berkarakter, berikut triloginya;
- Ing Ngarsa Sung Tuladha ( Di Depan memberikan Keteladanan). Sebagai orang tu, guru atau sebagai pemimpin apapun, yng namanya anak, murid, bawahan pasti akan memperhatikan tingkah laku orang tua, guru, ataupun pimpinannya.
- Ing Madya Mangun Karsa (Di Pertengahan Memberikan Semangat). Dalam pergaulan sehari-hari ketika kita melihat anak-anak ataupun murid melakukan hal yang benar merekawajib diberikan semangat/dorongan dalam rangka kepedulian terhadap mereka yang telah melakukan hal benar. Mereka perlu diberi semangat dalam menjalani keewajibannya.
- Tut Wuri Handayani (Di Belakang Memberi Dukungan). Anak-anak/murid yang mulaipercaya diri untuk didorong untukberada di depan. Orang tua/gurupun penting dan perlu memberikan dukungan dari belakang. Sudah saatnya yang sepuh memberikan kesempatan kepada yang muda untuk bisa berkiprah didepan meneruskan perjuangan para sepuh, dengan demikian pendidikan bisa dikatakan sudah mencapai keberhasilan sebab dapat membina generasi penerusnya11.
Dari beberpa yang difikirka oleh
Kihajar Dewantara adalah beliau selalu menekanankan pelaksanan
pendidikan dengan tiga sistem tersebut dan juga rasa kepemilikan
terhadap siswa-ssiswanya sebagai orang tua dan bukan orang lain
sehingga ia akan terus menerus mendidik dan mengajarkan tanpa henti
kepada para siswa-siswanya12
- Solusi yang ditawarkan
Terkait solusi yang ditawarka oleh
penulis adalah dengan merubah mindsat pendidik untuk memiliki rasa
kepemilikin terhadap obyekl pendidikan dan juga memeberikan teladan
yang baik kepada para muridnya, dan mengembalikan sisten pendidikan
lama yang dulu sempat menjadi cita-cita pendidikan bangsa indonesia
yang kini sudah mulai hilang ditelan masa, sebab berdasarkan realita
sekarang sistem tersebut masih sangat relevan untuk bisa diterapkan
dna juga dikembangkan lebih jauh lagi sesuai dengan adat dan budaya
masyarakat dan bsngsa indonesia
- Daftar Pustaka
Arifudin,
Fatah,
Konsep Pendidikan yang Memerdekakan Siswa Menurut Ki Hajar Dewantara,
Skripsi,
FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2013
Hanani,
Silfia, Sosiologi
Pendidikan Keindonesiaan,
Yogyakarta: ArRuzzMedia, 2013
Rahardjo,
Suparto,
Ki Hajar Dewantara Biografi Singkat 1889-1959,
Yogyakarta: Garasi, 2009.
Samho,
Bartolomeus, Visi
Pendidikan Ki Hajar Dewantara,
Yogyakarta: Kanisius, 2013
Tri
arini, Gitaliska..
“Revitalisasi
Pemikiran Ki Hajar Dewamtara Untuk Pendidikan Karaktar Bangsa”.
Skripsi
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga: 2012
Misrawi,
Zuhairi. Hadratussyaikh
Hasyim Asy’ari Moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan,
Yogyakarta: Kompas, 2010
1
Departemen Pndidikan dan Kebudayaan, KBBI
,(jakarta:balaipustaka,1995) edisi 2cet. Ke 4 hal.129
2 Moh.
Soffannuri , Jurnal Pendidikan Guru
Sekolah Dasar Edisi 2mtahun ke-5 2016
, hal. 133-134
3 Liputan
6 explore
4 SLTP
dan SLTA di Jawa Tengah
5 GitaliskaTriarini,
Revitalisasi Pemikiran
Ki HajarDewantara untuk Pendidikan Karakter Bangsa,
skripsi,(Universitas
Kristen Satya Wacana,Salatiga:2012) hal. xii
6 Fakultas
Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2014-2016
7
Zuhairi Misrawi,Hadratussyaikh
Hasyim Asy’ari Moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan,
(Yogyakarta;Kompas,2010),hal24-130
8 Ibid
9 Ibid
10
M.Said Reksohadiprojo, taman
Siswa dan Alam Gagasannya, Dalam 50
Tahun Taman Siswa,
(Yogyakarta: MLPTS, 1976),
11
Suparto Rahardjo, Ki
Hajar Dewantara Biografi Singkat 1889-1959,
(Yogyakarta: Garasi, 2009), hal. 74
12
Ibid
IPM
Pendahuluan
- Latar belakang
Secara sederhana pembangunan dapat
dimaknai dengan usaha untu melakukan perubahan kearah yang lebih
baik. Dalam pelaksanaannya pembangunan memiliki berbagai kompleksitas
masalah. Proses pembangunan terjadi di segala aspek kehidupan
masyarakat mulai aspek ekonomi, politik sosial dan budaya masyarakat.
Manusia sebagai subyek sekaligus sebagai obyek pembangunan harus
mampu meningkatkan kualitas hidupnya, untuk itu peran pemerintah dan
masyarakat sangatlah penting dibutuhkan. Sebab mannusia adalah
kekayaan bangsa yang sesungguhnya. Pembangunan manusia secara fisik
dan mental mengandung makna sebagai peningkatan kemampuan dasar
penduduk. Kemampuan tersebut dibutuhkan untuk semakin besarnya
partisipasi mereka dalam proses pembangunan. Peningkatan kemampuan
dasar dapat dilakukan dengan peningkatan derajat kesehatan,
pengetahuan dan ketrampilan penduduk. Hal ini sangatlah penting dalam
proses pertumbuhan penduduk dalam sektor politik, sosial budaya
masyarakat.
Paradigma pembangunan manusia yang
dikembangkan oleh unitednations divelopement programme (UNDP) sebagai
suatu proses memperluas pilihan-pilihan bagi penduduk. Dengan
demikian penduduk sebagai tujuan akhir dan pembangunan sebagai sarana
untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan pembangunan tersebut
terdapat empat hal pokok yang harus diperhatikan yakni produktifitas,
pemerataan, kesinambungan, dan pemberdayaan. Namun paradigma tersebut
hanya melalui kritik karena hasil dari pembangunan telah mencapai
ketimpangan dan kesenjangan, kerusakan ekologi, dan membelenggu
kebebasan asasi manusia.
Dalam Indonesian
Human Developement Report
dijelaskan bahwa perkembangan pembangunan manusia selama ini sangat
tergantung pada pertumbuhan ekonomi awal 1970-an sampai akhir
1990-an. Pertumbuhan tersebut memungkinkan manusia mengalokasikan
pengeluaran untuk kesehatan dan pendidikan sementara pengeluaran
pemerintah untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan relatif sedikit.
Serta keutuhan dalam meningkatkan alokasi pengeluaran pemerintah
untuk bidang sosial menjadi semakin terasa ketika Indonesia mengalami
krisis ekonomi. Krisis tersebut menyebabkan merosotnya pencapaian
pembangunan manusia di Indonesia.
- Rumusan Masalah
- Apa pengertian indeks pembangunan manusia ?
- Bagaimana Pelaksanaannya ?
- Bagaimana konsep dan realita Indeks pembangunan Manusia ?
Pembahasan
- Pengertian
Indeks pembangunan manusia adalah
suatu proses untuk memperbesar pilihan-pilahn bagi manusia “a
process enlarging peopel’s choices”
(UNDP). Konsep atau definisi pembangunan manusia tersebut pada
dasarnya mencakup dimensi pembangunan yang sangat luas. Dalam konsep
pembangunan manusia, seharusnya dianalisis dan dipahami dari sudut
manusia, bukan hanya dari pertumbuhan ekonominya. Sebagaimana dikutip
dari UNDP (Human
divelopemen report, 1995: 103),
beberapa premis penting dalam pembangunan manusia sebagai berikut;
- Pembangunan harus diutamakan penduduk sebagai pusat perhatian
- Pembangunan dimaksudkan untuk memperbesar pilihan bagi penduduk, tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan mereka. Oleh karena itu konsep pembangunan manusia harus terpusat pada penduduk secara keseluruhan dan bukan hanya pada aspek ekonomi saja.
- Pembangunan manusia memperhatikan bukan hanya pada upaya meningkatkan kemampuan/kapabilitas manusia tetapi juga dalam upaya-upaya memanfaatkan kemampuan manusia tersebut secara ooptimal
- Pembangunan manusia didukung oleh empat pilar pokok, yakni produktifitas, pemerataan, kesinambungan, dan pemberdayaan.
- Pembangunan manusia menjadi dasar dalam penentuan tujuan pembangunan dan dalam menganalisis pilihan-pilihan untuk mencapainya.
Berdasarkan konsep tersebut penduduk
ditempatkan sebagai tujuan akhir, sedangkan upaya pembangunan
dipandang sebagai sarana untuk mencapai tujuan itu. Untuk menjamin
pencapaian tujuan pembangunan manusia ada empat hal pokok yang harus
kita perhatikan;
- Produktifitas
Penduduk harus meningkatkan
produktifitas dan partisipasi penuh dalam proses penciptaan
pendapatan dan nafkah. Sehingga pembangunan ekonomi merupakan bagian
dari model pembangunan manusia.
- Pemerataan
Penduduk memiliki kesempatan yang
sama untuk mendapatkan akses terhadap sumber daya ekonomi dan sosial.
Semua hambatan yang memperkecil kesempatan untuk memperoleh akses
tersebut harus dihapus, sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari
kesempatan yang ada dan berpartisipasi dalam kegiatan produktif yang
dapat meningkatkan kualitas hidup.
- Kesinambungan
Akses terhadap sumberdaya ekonomi dan
sosial harus dipastikan tidak hanya untuk generasi-generasi yang akan
datang, semua sumber daya fisik, manusia, lingkungan, dan selalu
diperbaharui.
- Pemberdayaan
Penduduk harus berpartisipasi penuh
dalam keputusan dan proses yang akan menentukan kehidupan mereka
serta untuk berpartisipasi dan mengambil keputusan dalam proses
pembangunan.
Sebenarnya paradigma pembangunan
manusia sebenarnya tidak hanya berhenti sampai disana.
Pilihan-pilihan tambahan yang dibutuhkan dalam masyarakat luas
seperti kebiasaan politik, ekonomi dan sosial, hingga kesempatan
untuk mrnjadi kreatif dan produktif, dan menikmati kehidupan yang
sesuai dengan harkat pribadi dan jasmani.
Pengertian yang dikeluarkan oleh UNDP
yang menyatakan bahwa indeks pembangunan manusia merupakan salah satu
pendekatan untuk mengukur tingkat keberhasilan manusia. IPM dihitung
berdasarkan data yang dapat menggambarkan keempat komponen tersebut
yakni angka harapan hidup yang mewakili kesehatan, angka melek huruf
dan rata-rata lamanya bersekolah mengukur capaian pembangunan di
bidang pendidikan, dan kemampuan daya beli atau paritas daya beli
masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat rata-rata
besarnya pengeluaran perkapita sebagai pendekatan pendapatan yang
mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak.
Konsep pembangunan manusia seutuhnya
adalah konsep yang menghendaki kesempatan peningkatan kualitas hidup
manusia yang seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Dan proses
perkembangan ekonomi yang berkelanjutan. Indeks pembangunan manusia
dimaksudkan n=untuk mengukur dampak umum dari upaya peningkatkan
kemampuan dasar tersebut. Dengan demikian menggunakan indikator
dampak sebagai komponen dasar perhitungannya yaitu angka harapan
hidup atau lahir, pencapaian pendidikan yang diukur dengan angka
melek huruf dan lama mereka sekolah, serta pengeluaran konsumsi.
Nilai IPM suatu Negara menunjukn seberapa jauh negara/wilayah
tersebut telah mencapai sasaran yang ditentukan yaitu angka harapan
hidup 85 tahun, pendidikan dasar bagi semua lapisan masyarakat tanpa
kecuali, dan tingkat pengeluaran atau konsumsi yang telah mencapai
standar hidup layak. Pembentukan modal manusia adalah suatu proses
memperoleh dan meningkatkan jumlah orang yang mempunyai keahlian,
pendidikan, dan pengalaman yang menentukan bagi pembangunan ekonomi
suatu negara. Pembentukan tersebut karenanya dikatikan dengan
investasi pada manusia dan pengembangannya sebagai sumber kreatif
yang produktif.(M.L jhingan,2002)
- Komponen Pembangunan Manusia
Lembaga United
nation Development Programme
(UNDP) telah mempublikasikan laporan sumberdaya manusia dalam ukuran
kuantitatif yang disebut Human Development indeks (HDI). Meskipun HDI
dijadikan alat pengukuran SDM yang dirumuskan secara konstan diakui
tidak akan pernah menangkap gambaran pembangunan SDM secara sempurna.
Adapun indikatir dalam mengukur HDI adalah
- Longevity, diukur dengan variabel harapan hidup saat lahir atau life expectancy of birth dan angka kematian bayi per seribu penduduk atau infant mortary rate
- Educational Achievement, diukur dengan dua indikator yakni melek huruf penduduk usia 15 tahun keatas, dan tahun rata-rata sekolah bagi penduduk usia 25 tahun keatas.
- Acces to esearsh, dapat diukur secara makro melalui PDB riil perkapita dengan terminologi purcashing power parity dalam dolar AS dan dapat dilengkapi dengan tingkatan angkatan kerja.
Dari penjelasan tersebut dapat
disimpulkan bahwa komponen-komponen mempengaruhi IPM antara lain
- Derajat kesehatan panjangnya umur yang terbaca dari ngka harapan hidup, parameter kesehatan dengan indikator angka harapan hidup, mengukur keadaan sehat dan berumur panjang
- Pendidikan yang diukur dengan angka melek huruf rata-rata lamanya sekolah, para meter pendidikan dengan angka melek huruf dan lamanya sekolah, mengukur manusia yang cerdas, kreatif, terampil, dan bertaqwa.
- Pendapatan yang diukur dengan daya beli masyarakat, parmeter dengan indikator daya beli masyarakat, mengukur manusia yang mandiri dan memiliki akses untuk layak.
Menurut Todaro (2006) pembanguanan
manusia ada tiga komponen universal yang menjadi tujuan utama antara
lain;
- Kecukupan, yakni merupakan kebutuhan dasar manusia secara fisik. Kebutuhan dasar adalah apabila kebutuhan tersebut tidak dipenuhi maka akan mengakibatkan kematian pada individu manusia meliputi sandang, pangan, papan. Jika salah satu tidak dipenuhi bisa menjadikan keterbelakan absult
- Jatidiri, merupakan komponen kehidupan manusia yang serba lebih baik adalah dorongan dari diri sendiri untuk lebih maju, menghargai diri sendiri, merasa pantas, dan layak mengejar sesuatu serta seterusnya. Semua itu terangkup dalam selfesteem atau jati diri.
- Kebebasan dari sikap menghamba, merupakan kemampuan untuk menilai universal yang tercantum dalam pembangunan manusia adalah adalah kemerdekaan hidup manusia, kemerdekaan dan kebebasan disini diartikan sebagai kemampuan berdiri tegak sehingga tidak diperbudak oleh pengejaran dari aspek-aspek material kehidupan. Dengan adanya kebebasan kita bukanlah dipiliha akan tetapi justru kita yang memilih.
- Pengukuran Pembanunan Manusia
Indikator komposit pembangunan
manusia adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk melihat
pencapaian pembangunan manusia antar wilayah dan antar waktu. IPM
merupakan alat ukur yang dapat memberikan prosentasi pencapaian dalam
pembangunan manusia dengan memperhatikan tiga faktor, kelangsungan
hiduop, pengetahuan dan daya beli.
- Angka Harapan Hidup
Dijadikan indikator dalam kesehatan
suatu daerah tertentu. AHH adalah perkiraan banyak tahun yang dapat
ditempuh seseorang selama hidup Angka harapan hidup diartikan sebagai
kemungkinan umur yang dapat dicapai yang lahir pada waktu tertentu.
Angka harapan hidup dilakukan dengan pendekatan tak langsung. Ada dua
jenis data yang digunakan dalam perhitungan AAH yaitu anak lahir
hidup (ALH) dan anak masih hidup (AMH). Sementara itu untuk
menghitung indeks harapan hidup digunakan nilai maksimum harapan
hidup sesuai standarUNDP, dimana angka tertinggi sebagai batas atas
untuk penghitungan indeks dipakai 85 tahun dan terendah 25 tahun
(standar UNDP). Usia harapan hidup dapat panjang status kesehatan,
gizi, dan lingkungan yang baik.
- Konsumsi Perkapita
Indikator konsumsi perkapita
digunakan untuk mengukur standar hidup manusia. Indikator ini juga
dipengaruhi oleh peluang dan pengetahuan yang ada untuk
merealisasikan pengetahuan dalam berbagai kegiatan kehidupan
bermasyarakat sehngga menghasilkan output barang ataupun jasa
pemdapatanm. Kemudian pendapat yang ada penciptaan pengeluaran atau
konsumsi. Pengeluaran memberikan gambaran tingkat daya beli PPP(
Purcashing Power Parity) masyarakat dan sebagai salah satu komponen
yang digunakan dalam melihat status pembangunan manusia di suatu
wilay
Kesimpulan
Indeks pembangunan manusia adalah
suatu proses untuk memperbesar pilihan-pilahn bagi manusia “a
process enlarging peopel’s choices”
(UNDP). Konsep atau definisi pembangunan manusia tersebut pada
dasarnya mencakup dimensi pembangunan yang sangat luas. Ada beberapa
faktor tekait indeks pembangunan manusia ada harapan hidup, harapan
mati penduduk, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. IPM
merupakan usaha perbaikan kehidupan kelompok manusia dalam jangka
waktu tertentu dan pada suatu daerah tertentu.
Daftar Pustaka
Amalia, lia. 2007,
Ekonomi Pembangunan, Graha
Ilmu, jakarta
Badan pusat statistik ( BPS),
Statistik Tahunan,
berbagai tahun penerbitan
Harjanto, 2002 ,
mutu modal manusia dan pertumbuhan ekonomi, ournal.
www.google.com
UNDP Human Development Report 1993,
www.google.com
Suryana, 2005. Ekonomi
PembangunanPronlematika dan Pendekatan di Dunia Ketiga,
Edisi kedelapan, Erlangga, Jakarta
Selasa, 04 April 2017
kritik vol. 2
Kritik PP. Nomor 32 tahun 2013
pasal 20 dan 22
- Perencanaan pembelajaran seharusnya bukan hanya membahas tentang penyusunan untuk pelaksanaan pembelajaran setiap muatannya, akan tetapi juga meliputi bagaimana pelaksanaan hingga proses penilaian dan juga evaluasi pembelajaran. Sebab perencanan yang sebenarnya menentukan hasil dari output pendidikan maka pembahasan akan media dan juga sarana ataupun teknologi pendidikanpun penting untuk diperhatikan dan diketahui kriteria yang memadai bagi pelaksanaan pendidikan.
- Selain penilaian menggunakan berbagai macam metode, dalam penilaian guru juga harus dapat menginspirasi setiap pribadi siswa sehingga harapannya para siswa akan merasa ada semacam tambahan pembelajaran ataupun motivasi tersendiri dalam pribadi siswa, serta mengandung unsur lima kecerdasan pribadi siswa meliputi kecerdasan afektif, psikomotorik, visual, dll.
- Selain itu muatan pembelajaran juga harus ditentukan dapat tersesuaikan dengan realita sosial yang ada, harapannya selain siswa cerdas ilmu pengetahuan juga dapat cerdas problem solving dalam kehidupan bersama keluarga dan masyarakat sekitar.
- Dalam teknik penilaian selain menggunakan tes praktek dan tertulis serta tugas individu dan kelompok, juga perlu diadakannya sistem penilaian dimana seorang siswa mencoba untuk melatih diri dalam membaca realita sosial terkait budaya dan hasil anak bangsa, sehingga ketika kita akan mengembalikan ruh pendidikan indonesia dapat meringankan setiap elemen pendidikan di Indonesia.
Nama : MOH. ZAKI JAMALUDIN
NIM : 14410069
masalah bimbingan
Pendahuluan
- Latar belakang
Masalah merupakan suatu hal yang
tak pernah luput dari yang namanya manusia, sehingga ketika manusia
yang memiliki permasalahan sebenarnya itu adalah hal yang wajar dan
bahkan manusia yang tak memiliki masalah bisa dikatakan aneh atau
berada dalam batas kewajaran manusia, sebab hakikatnya manusia yag
berbeda satu dengan lainnya pasti akan muncul berbagai ketidak
searasian terlebih kecocokan namun paling tidak sebagai makhluk
sosial kita melakukan suatu penyesuaian diri terhadap permasalahan
yang dihadapi dan atau bahkan menanganinya sendiri walau bisa mencari
solvaiifer untuk membantu cari solusi dan jalan keluar permasalahan
yang dihadapi.
Selain itu permasalahan juga dapat
muncul berasal dari kesenjangan sosial atau bahkan kesenjangan antara
harapan dan kenyataan, masalah juga muncul sebagai perilaku yang tak
dikehendaki baik oleh individu ataupun sosial dan masalah muncul
akibat belajar yang keliru dan tidak sesuai dengan sistematika yang
sudah direncanakan. Terlebih jika manusia itu berada dalam masa atau
fase-fase sekolah menengah dna masa remaja, individu mengalami
perubahan yang sangat besar mulai dari puber atau meningkatnya hormon
tekstitoren setiap lapisan tubuh manusia sehingga pada masa-masa ini
seringkali muncul beberapa masalah terkait keinginan siswa untuk
menyendiri, sering merasa bosan, antagonisme sosial, emosi yang
meninggi, kelabilan jiwa, mudah terpengaruhi hingga hilangnya
kepercayaan diri manusia.
Sikap-sikap yang berbeda antara
individu dengan individu lainnya terkadang menjadi salah satu
hambatan dalam proses perkembangan selanjutnya seperti pada masa masa
remaja dan juga fase seelahnya. Oleh karenanya dari berbagai macam
persoalan individu dalam sekolah ataupun pendidikan indonesia perlu
adanya suatu penanganan dan penyelesaian dalam pihak kelembagaan baik
bersifat bimbingan ataupun konseling antar siswa yang mengalami
dengan guru ataupun dengan konselor pendidikan, berikut adalah
permasalahan dunia pendidikan, siswa dan penyelesaiannya.
- Permasalahan Bimbingan dan Konseling
- Masalah Emosi
Akibat dari pelebaran kelejnjar
dalam diri manusia menyebabkan masa remaja memiliki emosi yang sangat
kuat dan tidak terkendali dan terkadang diluar rasional manusia. Hal
ini dapat dilihat dari perbuatan mereka yang suka marah-marah dan tak
mampu mengendalikannya, hal ini sering menimbulkan berbagai masalah
remaja. Sekolah sebagai lembaga formal yang diberi tugas membimbing
dan membantu subyek didik menuju arah yang lebih dewasa maksimal
dengan langkah konkrit menuju pecegahan emosional. Dalam layanan ini
mereka dapa dilatih menjdai seorang pendengar yang baik, cara
mengemukakan masalah dan mengendalikan diri menggapai masalah pribadi
ataupun kelompok.
- Penyesuaian Diri
Pada masa ini emaja lebih banyak
berada diluar rumah bersama teman-temannya sebagai kelompok, dengan
demikian pengarh teman sebaya terhadap perilaku, sikap, minat, dan
gaya hidup lebih banyak dari pada pengaruh keluarga. Perilaku remaja
sangat tergantung pada perilaku kelompok. Sebagai akibat dari
informasi yang tidak tepatdapat menimbulkan perilaku seks remaja yang
apabila ditinjau dari segi moral dan kesehatan tidak layak untuk
dilakukan. Untuk menanggulangi hal tersebut sekolah perlu adanya
tindakan nyata dan pendidikan perilaku.
- Masalah Perilaku Sosial
Adanya diskriminasi terhadap mereka
dapat menjadikan dan melahirkan beberapa kelompok dan geng
berdasarkan ketentuan tertentu sehingga pada nantinay mengakibatkan
perkelaian antara beberapa kelompok tersebut. Untuk menanggulangi
kemungkinan tersebut sekolah dapat mengadakan kelompok dengan tidak
melihat latar belakang siswa baik ras, agama, suku, dan budaya,
bahasa, dll.
- Masalah Moral
Hal ini terjadi ditandai dengan
ketidak maampuan remaja membedakan mana yang benar,dan mana yang
salah. Hal ini disebabkan ketidak konsistenan dalam konsep benar dan
salah dalam kehidupan sehari-hari. Maka sekolah hendaknya mengadakan
kegiatan rohani seperti pendidikan budi pekerti, dll.
- Pendekatan Umum dalam Bimbingan dan Konseling
Berdasarkan realita diatas dapat
disimpulkan bahwa sekolah dapat membantu mengatasi permasalahan
terkait pertumbuhan obyek didik dengan menggunakan beberapa
pendekatan sebagai berikut;
- Pendekatan Krisis
Merupakan upaya bimbingan yang
diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah
individu. Dalam hal ini pembimbing menunggu individu datang dan
konsultasi masalah serta pebcarian sousi yang dihadapi masalahnya.
- Pendekatan Preventif
Adalah pendekatan yang diarahkan pada
antisipasi masalah individu/mencagah masalah tersebut jangan sampai
terkena individu. Pembimbing memberikan upaya seperti informasi
ketrampilan untuk mencegah masalah tersebut.
- Pendekatan Perkembangan
Menekankan pada pengembangan potensi
dan kekuatan yang ada pada individu secara optimal. Setiap individu
memiliki kekuatan dan potensi melalui penerapan berbagai teknik
bimbingan potensi, kemudian kekuatan tersebut dikembangkan. Layanan
ini diberikan kepada setiap individu bukan hanya yang memiliki
masalah, namun individu secara merata.
Langganan:
Postingan (Atom)

