Sabtu, 27 Juni 2020
Jumat, 26 Juni 2020
Kisah Abdurrahman Bin 'Auf
Merupakan salah satu sahabat nabi yang hidup pada masa nabi sekitar tahun 300 H menemani Nabi Muhammad SAW sejak berada di Makkah hingga hijrah bersama menemani hirah nabi bersama sahabat lainnya untuk berhijrah ke Madinah. Hingga terkenal sebagai sahabat yang perwira, sederhana, memiliki bakat berniaga yang bagus, dan selalu jujur dalam perdagangan, meskipun hanya mendapatkan keuntungan yang sedikit. Hal itu dikisahkan ketika kaum Muhajirin datang bersama nabi ke Madinah dan disambut oleh kaum Anshor hingga Nabi Muhammad SAW pun mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshor. Salah satunya adalah Abdurrahman Bin 'Auf yang dipersaudarakan dengan kaum Anshor yang memiliki istri lebih dari satu dan memiliki harta juga kekuasaan yang melimpah, dan hartanya pun terbilang tidak ada habisnya. Sahabat Anshor itu yang nantinya menanggung biaya hidup Abdurrahman Bin 'Auf selama di Madinah layaknya saudara kandung sendiri yang bertemu darah keturunannya. Sahabat Anshor itu menawarkan Abdurrahman untuk memiliki salah satu istri dari anshor itu, dan diberikan beberapa ternak dan wilayah untuk berusaha dan berkebun, namun mulianya abdurrahman bin'Auf dengan kerendahan hati beliau tidak mau menerima semuanya itu dan bahkan istrinya itu tetap pada suaminya, dan hanya menanggung kehidupan Abdurrahman Bin 'Auf di Madinah. Hingga sahabat Anshor itu memasrahkan beberapa usahanya untuk diolah Abdurrahman Bin 'Auf dan diolah nya dengan sangat baik, sebab basic beliau juga yang jiwa niaga yang sangat baik, selain itu Abdurrahman Bin 'Auf dalam berdagang selalu jujur dan lebih memilih jual beli secara kontan meskipun keuntungannya hanya sedikit, namun dengan jiwanya yang seperti itu justru semakin banyak orang orang madinah yang menyukainya dan semakin lama perdagangannya juga semakin berkembang dan maju dari yang kecil hingga menjadi usaha yang sangat besar, semua itu sebab beliau yang sangat sederhana dan jujur serta kontan meski keuntungannya sedikit bukan semakin bangkrut akan tetapi semakin maju dan berkembang.
Begitulah sekilas kisah istimewanya sahabat Nabi Muhammad SAW yakni Abdurrahman Bin 'Auf yang sangat luar bisa dan patut untuk dijadikan suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari khususnya kaum muslim pada umumnya.
by: Moh. Zaki Jamaludin
قصة في الكتاب كيف تكون غنيا
Kopi, Gula & Tembakau
Kopi itu hanya sebatas serbuk hitam yang pahit dan mungkin dipandang sebelah mata oleh sebagian orang disana, sebab mereka yang sekedar memandang ia hanya sebagai wujud yang tak sempurna dan mengatakannya hina. Padahal dibalik kejelekan dan keadaan fisik yang tak sama dengan yang lainnya justru menjadikan mereka semakin memiliki tingginya harga bagi penikmatnya dan yang mengauminya, sebab mereka memandang ia dg biji yang memiliki rasa dan mempunyai kandungan olah fikir mereka yang menjadikan hidup mereka semakin bermakna, dan tak akan pernah menurun harganya bagai pengabadi dan penikmat yang sejati baginya.
Begitupun Gula yang hanya sebutir kecil putih bagai pasir yang diinjak-injak oleh manusia kala mereka hanya berdiri sendiri dan tak bersanding dengan sesamanya, sebab ia yang diadakan dr batangan yang tumbuhan itu juga seringkali direndahkan oleh manusia sebab kegatalan dan ketidaknyamanan oleh manusia namun tanaman tebu itu bahkan dicari oleh semua manusia sebab sifat ketawadhuan Gula untuk menyatu bersama siapa saja dan tak memnadang waktu dan masa dimana dan dengan siapa ia kan disatukan akhirnya. Ia yang butiran kecil dan putih juga tak ternilai dan bahkan dihina jika ia berdiri sendiri dan mengakibatkan penyakit bagi manusia yang mengkonsumsinya, namun itu hanya sebagian manusia. Akan tetapi setiap menusia pasti membutuhkannya sebab dalam diri mereka ada zat gula yang penting untuk dicukupkan dan konsumsipun tak berlebihan sehingga perjalanan hidupnya kan tetap aman dan penuh makna kala bersanding dan menghadap ibadah pada Tuhan semesta.
Selain dari pada itu Tembakau juga termasuk tanaman yang mayoritas menjunjung tinggi perekonomian Bangsa dan Negara, ia yang ditanam oleh meyoritas pegunungan dan dikonsimnya sendiri dalam kehidupan dan bahkan menjadi citra Semesta Nusantara di mata dunia, ia yang harusnya dinikmati oleh kalangan dewasa juga seringkali kebobolan dinikmati oleh manusia dibawah remaja hingga menciptakan cipta buruk baginya, namun tetap saja ia dinikmati dan dipandang membawa manfaat bahkan keberkahan bagi mereka yang merasakan jerih akan semua hikmah kala tembakau itu ditanamkan. Bahkan ia juga menjadi obat bagi mereka yang meyakininya, simbol sombol kemasan dalam selimut mereka sebenarnya bukan menghantarkan pada larangan meski ada orang yang melarangnya, namun disisi lain juga ada manusia yang mengimani jika ia tak mengapa untuk dijadikan teman berpikir mereka selama tak melebihi kemampuan dan tak berlebihan. Sebab diantara mereka ada yang memandang negatif namun banyak mereka yang memandang positif sebab mereka merasakan akibatnya secara langsung dan kemanfaatan darinya, namun satu hal yang harus kita kukuhkan dalam setiap pandangan kita terhadap ketiganya ketika berbeda sudut pandang akan sifat kebaikan dan keburukan maka tak sepantasnya bagi kita untuk saling membendi dan bermusuhan sebab hakikatnya kita dan mereka tetap sama sama menjadi hambanya Tuhan yang Maha Esa penguasa Semesta Raya.
By: Moh. Zaki Jamaludin
Tiga Kategori Pencari Ilmu
Menurut Imam Nawawi Al Bantani
Pertama,
manusia yang mencari ilmu dengan tujuan agar ilmunya menjadi bekal
untuk akhirat, dan kembali kepada Allah SWT, baik melalui dunia dengan
menjalankan segala perintah dan menjauhi serta meninggalkan apa yang
dilaranganya.
Kedua, orang
menuntut ilmu dengan tujan agar ilmunya digunakan sebagai alat untuk
menopang kehidupannya di dunia yang sementara. yakni mereka mencari ilmu
agar kehormatan, harkat dan martabatnya dipandang tinggi dan disegani
oleh lingkungan sekitarnya. Dan iapun menyadari betapa hinanya dengan
tujuan mencari ilmu dan diraihnya ketika mendapatkannya.
Ketiga, Manusia
yang menuntut ilmu yang mana ia dikuasai oleh setan sehingga menjadikan
ilmunya sebagai alat untuk memperbanyak meteri dalam kehidupan di
dunia, membanggakan kedudukan, memamerkan kekuasaan diri dengan
banyaknya pengikut. Ia pun menjadikan ilmunya seabagai alat untuk menipu
dan memperdya orang banyak demi mencapai keinginan keinginan duniawinya
saja.
cc: Kitab Bidayatul Hidayah : Syaikh Nawawi Al Bantani
By: Moh. Zaki Jamaludin
Selasa, 23 Juni 2020
كيف تكون غنيا عند العلماء
Mencari rizki merupakan suatu kwajiban bagi setiap manusia yang
berkehidupan di dunia demi manafkahi diri sendiri, orang tua, keluarga,
istri, anak, orang tua. Sungguh Allah SWT menjadikan tandangan atau
melakukan beberapa sebab yang digunakan dalam rangka mencari reseki
sebagai ibadah yang disukai dan memberikan ganjaran atau pahala bagi
mereka yang tekun untuk menjalankannya., Rasulullah SAW juga bersabda ان
الله يحب المؤمن المحترف . kemudian bagi mereka yang berniatan baik
dalam mentujukan atau bertujuan yang baik dalam mencari rejeki yakni
bekerja, maka hal itu bagi dirinya semakin terjunjung tinggi derajatnya
dan dikatakan sabilillah dihadapan Allah SWT, selain itu juga
Allah SWT memberikan keutamaan tersendiri bagi mereka dan juga
memberikan keberkahan dalam kehidupan mereka.sebab وكل ميسر لما خلق له.
Bagi mereka yang menggerakkan badannya untuk bekerja / mencari rezeki
yang dalam gerakan itu menunjukkan sifat kerjaan itu menuju pada perkara
yang haqq atau jelas dan benardengan memberikan batas-batas,
membenarkan kesopanan (kebijaksanaan) dalam perdagangan.. Al kasbu
ditetapkan pada beberapa bagian diantaranya yakni al kasbu yang dipuji
adalah pekerjaan yang ketika dilakukan dapat mendekatkan diri kepada
Allah SWT dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dan dalam bekerja
manusia harus memberhenikannya ketika hal itu bertentangan dengan
syari'at atau aturan Allah SWT, sehingga pekerjaan itu bisa
dikategorikan pada yang ukan kehalalan, dan jika itu sesuai dengan
syariat juga maka itu menjadi kehalalan untuk pekerjaannya. Dari
gerakan yang terpuji dalam bekerja maka hal itu menjadi luhur dan
menjunjung tinggi derajatnya.
Bekerja secara tertib dalam gerakan pekerjaan itu dengan mencari
pekerjaan yang halal maka menjadi kwajiban tersendiri untuk menjaga dan
kwajiban untuk menafkahi diri sendiri, selain itu juga wajib menafkahi
istrinya dan menyunnahkan terhadap kedua orang tuanya sebagai bentuk
kwajiban seorang anak. Jadinafkah itu bersifat wajib terhadap diri,
istri, dan orang tua.
Berikut adalah Kunci Rizki dan menjadi sebab" untuk kaya
1. Taqwa dan istiqomah
2. Bersyukur
3. Melanggengkan Al Qur'an (sering membaca Alqur'an)
4. Dzikir
5. Do'a
6. Istighfar
7. Shalawat kepada Nabi
8. tidak meninggalkan Shalat
9. Shodaqoh
10. Shilaturrahim
11. Berakhlakul karimah
12. Khidmah
13. Hati' dalam bekerja
Terimakasih Semoga Bermanfa;at.
By: Moh. Zaki Jamaludin
Langganan:
Postingan (Atom)