Tampilkan postingan dengan label Kepribadian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepribadian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2020

Tiga Kategori Pencari Ilmu

Menurut Imam Nawawi Al Bantani

Pertama, manusia yang mencari ilmu dengan tujuan agar ilmunya menjadi bekal untuk akhirat, dan kembali kepada Allah SWT, baik melalui dunia dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi serta meninggalkan apa yang dilaranganya.

Kedua, orang menuntut ilmu dengan tujan agar ilmunya digunakan sebagai alat untuk menopang kehidupannya di dunia yang sementara. yakni mereka mencari ilmu agar kehormatan, harkat dan martabatnya dipandang tinggi dan disegani oleh lingkungan sekitarnya. Dan iapun menyadari betapa hinanya dengan tujuan mencari ilmu dan diraihnya ketika mendapatkannya.

Ketiga, Manusia yang menuntut ilmu yang mana ia dikuasai oleh setan sehingga menjadikan ilmunya sebagai alat untuk memperbanyak meteri dalam kehidupan di dunia, membanggakan kedudukan, memamerkan kekuasaan diri dengan banyaknya pengikut. Ia pun menjadikan ilmunya seabagai alat untuk menipu dan memperdya orang banyak demi mencapai keinginan keinginan duniawinya saja.


cc: Kitab Bidayatul Hidayah : Syaikh Nawawi Al Bantani


By: Moh. Zaki Jamaludin

Selasa, 16 Juni 2020

Kematian & Persaudaraan

          Kematian menjadi salah satu rahasia sang Tuhan terhadap makhluknya tak memandang ia berstatus sosial tinggi ataupun rendah baik beragama ataupun tidak, baik yang shaleh ataupun yang nakal dan biasa saja, entah mereka pejabat ataupun rakyat biasa, mereka tiada yang tahu melainkan kehendak sang Tuhan semata sebagai suratan takdir yang harus dijalankan oleh manusia seisi semeta, terkait hal itu tiada yang bisa tawar menawar ataupun memajukan dan bahkan memundurkan waktunya pun tiada yang dapat merubahnya. mereka yang sudah tiba waktunya tidak bisa memohon tuk diperpanjang dan mereka yang masih jauh pun tidak mbisa mengajukan permohonan untuk dipercepat waktunya. sebagaimana yang difirman kan, bahwasanya setiap yang bernyawa pasti akan menemui waktunya, dan barang siapa yang sudah tiba ajalnya maka tidak bisa memajukan ataupun mengundur waktunya. Oleh karenaya amal dan amar yang baik senantiasa dilakukan oleh setiap manusia selama normalitas diri makhluk masih ada maka kita perlu amal dan amar yang baik sebagai bntuk penghambaan dan penyadaran pdNya bahwa tiada daya dan kuasa bagi manusia kecuali kehendak Tuhan dan kekuatan Tuhan semesta. Hingga mereka yang sudah menjemput dan terjemput ajalnya kan tetap bersemayam dikubur hingga berakhirnya seluruh semesta jagad raya, hingga petangnya kubur tercerahkan oleh amal dan amarnya manusia itu juga penghadiahkan doa oleh anak keturunannya yang dihadiahkan kepada mereka.
          Persaudaraan menjadikan satu ketentuan Tuhan terkait emosionalitas jiwa manusia akan rasa tolong menolong dan membantu sesama makhluk didunia, hingga ssesama manunsia memang perlu tuk menumbuhkan rasa saling pengertian dan kesadaran lingkungan bersama agar hidup terasa tentram dan aman. Namun memang masih banyak kesadaran yang tertinggal oleh kita semua, dan patutnya manusia manusia Nusantara terlebih manusia jawa mamang harus tinggi jiwa  kesadarannya SEBAB MEEKA  menjadi satu satunya manusia yang menjunjung tinggi harkat kebersamaan topang menopang dalam kehidupan jawa pada dulunya. Sebab kultur jiwa jawa manusia manusia jawa yang terdahlu memnag sangatlah mulia hingga semakin perkembangan semakin memudar sebab apa yang ada menjadikan  jarak antar manusia dengan manusia yang lainnya. Namun dalam perenungan di tengah malam memang perlu kita sadari dan cermati hingga nantinya harus diaplikasi dalam kehidupan bahwasanya kebersamaan dan kesopanan yang harus dijunjung tinggi dalam aspek nilai kehidupan, meski ada kalaanya persaudaraan itu hanya sebatas sesama agama, sesama warga, ataupunsesama tetangga akan tetapi pada hakikatnya kita adalah sesama manusia yang harus aling gotong bersama dalam keadaan yang sudah diciptakan sebagai ketentuan Tuhan yang harus dijalankan sesama manusia di alam jagad raya.



by : Moh. Zaki Jamaludin

Jumat, 05 Juni 2020

Pendidikan & Kebudayaan

         Pendidikan menjadi satu jalan dalam membentuk karakter dan kepribadian manusia enatah nantinya ia akan menjadi sosok yang berkepribadian baik atupun buruk semua tergantung dalam perjalanan mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan dalam setiap pergantian masa dalam kehidupan, sehingga itu memiliki pengaruh yang saangat besar bagi dirinya. Namun dengan sebegitu adanya dan sebaik apapun pendidikan yang diikutinya namun disisi lain orang tua masih berperan sejak seorang anak dilahirkannya sampai mereka tumbuh menjadi sosok manusia yang dewasa.
         Seiring berkembangnya pola kehidupan, zaman, juga teknologi yang semakin menjadikan pengaruh lumayan besar bagi seorang anak, sehingga kini muncullah lembaga pendidikan dan sekolah yang menjalankan program kurikulumnya dengan kegiatan belajar mengajar dalam sekolah yang FDS (full day school) yaitu sekolah yang menerapkan kegiatan sekolah seharian fuul anak-anak berada di sekolah untuk mengikuti belajar yang merupakan bagian dari pendidikan. Bahkan kini banyak sekola yang berbasic umum kemudian mulai mencampuradukkan pelajaran yang berbasic umu dengan ilmu-ilmu keagamaan dalam kemasan yang terlihat sempurna, hingga menjadikan banyak orang tua tergiur untuk menyekolahkan anak mereka disana sebab kesibukan orang tua yang sungguh teramat luar biasa sehingga mereka berangggapan itu menjadi jalan unutk mendampingi pertumbuhan anak yang dilahirkannya. Sungguh kesalahan kaprah yang mungkin tak disadari oleh orang tua pada masa perkembangan segala aspek didunia.
          Pendidikan dalam aspek penerapannya memiliki beberapa faaktor yang teramat penting didalamnya, termasuk diantaranya adalah lingkungan dan orang tua juga kebiasaan yang dilihat oleh mata dalam pergantian masa. Oleh karenanya bagi setiap orang tua, kita boleh saja memasukkan anak-anak kita ke sekolah yang penuh kegiatan belajarnya hampir seharian hingga mereka pulang kerumah ketika menjelang malam, namun perlu diingat seorang anak juga membutuhkan peranan orang tua dan perhatian yang sangat luar biasa meskipun orang tua memiliki kesibukan yang luar biasa kita harus mengusahakan di setiap hari kita berkomunikasi dengan anak-anak kita, kalau memang jika tidak memungkinkan paling tidak disetiap awal dan akhir mata terbuka dan terpejam tidurnya anak orang tua berada di sisi mereka, Sekedar menemani tidur mereka dan bangun mereka mungkin ada yang anak-anak ceritakan pada orang tuanya selama seharian berada di rumah sehingga mereka membutuhkan seseorang yang setia tuk mendengarkannya dalam hal ini adlah orang tua mereka, terlebih mereka yang masih berada di masa-masa pertumbuhan awal menuju dewasa, anak-anak jauh lebih membutuhkan orang tua nya setelah menemukan masalah di luar kehidupan rumahnya.

          Kebudayaan merupakan suatu hal disepakati oleh orang untuk dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang panjang untuk dilakukan bersama-sama, dalam hal ini diintikan menjadi kebiasaan setiap manusia yang berkehidupan dunia. Kebiasaan ini juga menjadi bagian dari pendidikan atau bisa dikatakan memiliki keterkaitan yang sangat erat menurut Ki Hajar Dewantara dalam bukunya Pendidikan dan Kebudayaan yang menjelaskan hubungan erat proses perjalanan pendidikan dalam sinkronisasi kebudayaan atau kebiasaan masyarakat skitar juga lingkungat yang terlibat di dalamnya. Kebudayaan diibaratkan wadah sedang pendidikan menjadi isi atatu ruh dari wadah tersebut, jadi sungguh betapa berhamburnya isi dari wadah tersebut jika wadahnya saja bocor atau mungkin rusak, sehingga wadah yang baik perlu dimiliki agar hasil dari isipun tetap baik dan utuh sesuai dengan apa yang harus diajarkan atau disampaikan dari yang memiliki isi tersebut. Begitu juga dengan pendidikan yang baik itu menjadi baik kala kebiasaan-kebiasaan elemen pendidikan itu baik sesuai dengan standarisasi yang dianutkan yang didalamnya termasuk orang tua juga harus berperan baik dalam mendampingi perkembangan anak terlebih dalam hal tanggung jawab dan penunaian hak yang seharusnya dilakukan oleh seorang anak terhadap kwajban dirinya sendiri. Kebiasaan yang dimaksud dalam hal ini termasuk gerak gerik orang tuanya dan pendidik pada khususnya yang dalam hal ini pendidikan menuntutkan pada elemen atas bagian atas untuk memberikan teladan baik atau dalam sisi keagamaannya adalah Uswatun Chasanah yang sejajar dan seimbang antara perkataan dan perbuatannya jangan sampai tgerjadi ketimpangan diantara keduanya atau mungkin bahkan meninggalkan slah satunya. Bisa dikatakan  juga kebudayan menjadi alternatif berlangsungnya pendidikan agar biasa tercapai sesuai dengan apa yang ditujukan dan dicita-citakan sehingga harapannya kedepan output pendidikan bisa menormalisasi aspek kehidupan yang berdasarkan sila pancasila setiap jiwa yang mengaku keendonesiaan.
          Pendidikan dan kebudayaan adalah satu keterkaitan yang tidak mungkin untuk dipisahkan, terlebih bangsa Indonesia yang sejatinya nenek moyang yang berbudaya dan bernuansa semua itu tak dapat ditinggalkannya meski mistisisme , eksestisme dan isme yang lainnya seringkali maka sebagai pendidik dan orang tua harus bisa mendampingi anak tuk terus tumbuh dan berkembang mengenyam pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai kebudayaan dan leluhur Bangsa Indonesia Bumi Nusantara sehingga kelak output pendidikan selain cerdas jiwa akal dan pikiran juga bisa istiqomah menerapkan nilai patriotisme yang sesungguhnya bukan untuk kepentingan keluarga atau kelompok saja akan tetapi juga demi keutuhan kepentingan bangsa dan negara Indonesia.
Terimakasih & Mohon maaf atas segala keslahan dalam menuliskan dan isi kandungan.



By : Mr. Jack

Minggu, 10 Mei 2020

Kartu Kepribadian

انا امتلك الايمان
الايمان ينبثق من القلب حقيقي لدي ايمان بنفسي واعرف فضائلي وامكناتي الايمان هو بذرة النجاح وهو مايجعل كل مستحيل ممكن 

I Have Faith
Faith comes from a true heart 
I have faith in my self and I know my virtues and ptential.
Faith is the seed to succes and faith makes the imposible, possible


Saya Beriman 
Iman datang dari hati yang jujur. saya percaya pada diri saya sendiri 
dan saya kenal pada diri saya dan saya kenal potensial dan kebijaksanaan diri saya
Iman adalah dasar sukses dan Iman mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin