Minggu, 21 Juni 2020

Bukit Tinggi Lintang Utara

Stabilitas Tunjangan Dlm Pendemi bagi Aktor Pendidikan

          Perekonomian menjadi salah satu tolak ukur terkait kesejahteraan hidup masyarakat berbangsa dan bernegara dalam menjaga stabilitas hidup yang memerlukan terjaganya kesehatan dan ketersediaannya bahan pangan, namun dalam keadaan pandemi yang berkepanjangan ini setiap pemegang kekuasaan perlu meninjau dengan skala yang sangat keras dan optimal sehingga pencegahan dan penaganannya bisa berjalan sesuai dengan gejolak yang dirasakan oleh setiap warga yang membutuhkan. termasuk didalam hal ini adalah rakyat yang berpenghasilan dengan menggunakan harian atau bisa dikatakan mereka bisa mendapatkan uang jika mereka mau keluar rumah dan bekerja dengan resiko yng mungkin mengancam nyawa dirinya dan orang lain di sekitarnya, Sebab dengan itu mereka bisa berlangsung hidup dan mempertahankan kehidupan mereka bersama keluarganya, namun sejak kebijakan akan pembatasan sosial yang melibatkan orang banyak tentu saja sangat berpengaruh sebab penghasilan yang biasanya menjual barang dagangan sehari bisa sampai 20 namun sejak pandemi berlangsung dan kebijakan itu diterapkan paling si penjual dalam sehari hanya dapat menjual dagangannya sehari satu dan maksimal 5 yang dibeli oleh para pembeli, dengan demikian bagaimana nasib keluarga mereka dan kesehatannya untuk makan saja tidak mudah sedang mreka memiliki keluarga dan anak-anak yang lebih dari satu namun sehari mereka mendapat uang kurang dari sepuluh ribu. Perekonomian masyarakat semakin menurun, kesahatan pun terancam sebab asupan gizi yang berkurang, namun dalam keadaan yang demikian setiap bantuan yang diberikan oleh lembaga pemerintahan seringkali menyangkut pada bagian-bagian kordinator daerah dan wilayah yang mungkin tersumbat sampai waktu yang belum jelas hingga warga yang membutuhkan semakin kebingungan untuk memenui kebutuhan makan keluarganya. Dalam gejolak pandemi yang begitu meresahkan bangsa, juga informasi perhitungan berskala yang tidak sesuai dengan realita semakin membuat masyarakat cemas dengan kebohongan yang tidak dipertanggungjawabkan, namun aspek kehidupan dalam mengemban keadaan agar kebutuhan tetap terjaga semakin disempitkan hingga pendapatan semakin dihilangkan sebab dianggap pekerjaan tak lagi dilakukan oleh setiap pengemban kwajiban, namun pada hakikatnya lembaga dan kinerja tetap harus berjalan meski salah satuobyek dari bagiannya tak terlibat langsung dslam pelaksanaan. termasuk didalamnya adalah lembaga-lembaga pendidikan yang tetap berjalan sesuai dengan kebijakan pemerintahan namun mereka masih mengkhawatirkan meski seperti itu harusnya kita tetap berjalan sebab Tuhan masih melindungi manusia dan sudah menentukan serta menaqdirkan kapan kita akan dimatikan dan dihidupkan dan kapan kita akan dimatikan juga sebab apa manusia akan dimatikan.
         Lembaga pendidikan seperti sekolah madrasah dan pondok pesantren yang didalamnya terdapat tenaga pendidik dan kependidikan yang mana mereka juge memerlukan tunjangan untuk berlangsungnya kehidupan mereka bersama keluarganya, namun dalam kelengan yang dirasakan masa juga kegelisahan orang tua akan pendapatan setiap bulannya menjadikan mereka berburuk sangka kenapa sekolah tetap membayar bulanan sedangkan anak" libur dan Guru tidak bekerja ? Sedangkan setiap minggunya para pendidik dan tenaga kependidikan tetap bekerja secara administrasi juga pembelajaran secara tidak langsung. Namun pada realitanya setiap pendidik dan tenaga kependidikan tetap harus menjlankan pekerjaanya termasuk administras juga hal yang biasa dilapangan harus diadministrasikan sebagai bentuk pelaksanaan ketenaga kerjhaan sehingga mereka tetap mendapat pantauan dan mereka bisa mendapat tunjangan yang menjadi hak setiap pendidik dan tenaga kependidikan, meskipun mendidik dan mengajar menjadi bentuk pengabdian bukan semata mengharap hayaran bagi pendidik dan guru, namun memang tidak dapat dipungkiri jika setiap manusia yang hidup di dunia memerlukan meteri harta sebagai alat dan modal bahan agar tetap bisa bertahan hidup bersama keluarganya dan menjaga stabilitasi Tunjangan serta kwajiban nafkah terhadap istri dan keluarganya. Pendidik dan tenaga kependidikan pastinya memrlukan tunjangan tersendiri dari lembaga dalam masa pandemi ini sebab kinerja mereka tetap berjalan dalam keadaan apapun meski maya  dan nonvisuall kinerja mereka tetap berjalan sesuai dengan tanggunagn saat mereka mulai bersatu dalam bingkai ketenaga kerjaan.
         Dalam masa pandemi ini setiap orang tua perlu memahami bahwasanya tanggungjawab pendampingan belajar dan pendidikan bukan hanya guru dan pendidik saja atau semata-mata di sekolah, namun orang tua juga perlu mendampingi anak" mereka sebab akses pendidikan yang terbatas dan para pendidik hanya bisa memantau lewat media yang tersedia namun dalam hal ini orang tua tetap harus membayar biaya pendidikan, oleh karenanya dalam masa seperti ini antara penguasa, pendidik, orang tua dan peserta didik perlu bekerja sama dengan ikhlas dan tulus terlebih orang tua yang masih membayar biaya pendidikan untuk pendidik dan tenaga kependidikan sehingga pendidikan tetap berjalan dan dalam masa yg dikenal generasi corona jangan sampai memutuskan perkembangan generasi penerus Bangsa dan Negara demi kehidupan yang sejahtera atas restu dan keberkahan Tuhan Semesta.


By : Moh. Zaki Jamaludin




Trip Alam Bumijawa

Sabtu, 20 Juni 2020

Adab Tidur

         Tidur merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk menstabilitasi keadaan diri manusia baik secara psikis ataupun sosiologis, fisik dan non fisik, sehingga ketika manusia dalam jangka waktu 1x24 jam tidak menidurkan dirinya pasti keadaan diri, emosional dan seluru isi dirinya tidak stabil dan merasa tidak karuan dalam diri manusia. Beberapa pakar kesehatan menganjurkan dalam sehari semalam manusia perlu mengistirahatkan badan untuk tidur kurang lebih 4 jam begitu pula dalam ajaran agama tidur tidak boleh berlebihan dan juga jangan sampai kekurangan sebab perlunya menjaga diri agar tetap sehat dan segar untuk bisa beribadah dan mengabdi pada Tuhan Semesta Allah SWT.
         Tata cara dan tata tertib seringkali dianjurkan oleh beberapa lembaga ataupun pimpinan juga sekunpulan orang banyak dengan harapan apa yang dilakukan bisa seuai dengan ajaran yang sudah ada dan tidak bersebelahan dengan aturan yang sudah ditetapkan, namun manusia deringkali terjerumus dalam lupa dan juga kelalaian sehingga semakin membuat dirinya tidak sehat badan baik jasmani dan juga rohani. Oleh karenanya sejak dulu dan hingga sekarang sebenarnya setiap manusia dala berkehidupan sudah diberikan ttata caranya hanya saja kita tidak memperhatikan nasehat itu baik oleh Tuhan ataupun para Utusan. Hingga pada akhirnya semua tata cara juga perilaku yang diaturnya menjadi satu syariat dan adab tersendiri dalam melakukan suatu perbuatan baik terkait kemanusiaan ataupun keTuhanan. Begitupun Ajaran Rasulullah SAW dalam tidur baik mau setiap dan bangun tidur juga memiliki adab-adab yang baik hingga lepas dari godaan syaithon. Sebagai berikut setiap manusia yang beragama islam khususnya memiliki adab dalam tdur dan bangun tidur, sebagaimana berikut. 
          Sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk bangun sebelum terbit fajar kemudian baca doa dan ambil wudhu dilanjutkan dengan melaksanakan shalat sunnah sebelum tiba waktu subuh. Pada pertengahan malam usai bangun tidur ada yang mengatakan ketika manusia tertidur kita terikat diri nya disebabkan oleh setan dengan 3 ikatan satu di kepala, satu di badan, dan satu di kaki. Disana dalam syarah pedoman lengkap kesempurnaan ibadah tali pertama ketika manusia terbangun dapat terlepas dengan membaca doa setelah bangun tidur, ikatan yang kedua terlepas ketika manusia melakukan wudhu/berwudhu untuk mensucikan diri dari hadats kecil, dan ikatan yang terakhir akan terbuka ketika usai berwudhu kita melaksanakan shalat 2 rakaat. Kemudian setelah melaksanakan shalat kita dianjurkan untuk membaca alqur'an untuk mendapatkan keutamaan malam dengan melantunkan kalam Tuhan ketika keadaan malam semesta gelap dan penuh dengan kerahasiaan hingga kelipatan amal baik di setiap malam kita bisa dapatkan dengan melakukan hal itu secara continue dan penuh dengan roja' pada Tuhan.



by : Moh. Zaki Jamaludin

Jumat, 19 Juni 2020

Adat & Budaya Jawa

          Adat menjadi satu gagasan dalam kebudayaan masyarakat yakni suatu kebiasaan masyarakat yang sudah sejak dulu disepakati bersaama-sama demi kemashlahatan dan kemanfaatan bersama yang pada akhirnya menimbulkan satu nilai kebudayaan tersendiri dan menjadi ciri khas dari setiap daerah yang berbeda atau menjadi watak daerah tersebut, dan dijalankan secara turun menurun oleh anak cucu keturunannya pada zaman sekarang dan kemungkinan sampai kedepannya. Adat manjadi nilai dari budaya yang berjalan sedangkan budaya menjadi wadah nilai adat yang sudah diciptakan oleh nenek moyang kita pada umumnya khususnya BUmi Nusantara Jawa. Dan pada setiap adat itu akan memberikan satu kerancuan pada masyarakat dan  menimbulkan sanksi yang tak tertulis terhadap pelaku yang dianaggap masyarakat setempat tidak sesuai dengan nilai adat dan budaya meeka dimana kehidupan ituberlangsung di tempatnya.

Selasa, 16 Juni 2020

Kematian & Persaudaraan

          Kematian menjadi salah satu rahasia sang Tuhan terhadap makhluknya tak memandang ia berstatus sosial tinggi ataupun rendah baik beragama ataupun tidak, baik yang shaleh ataupun yang nakal dan biasa saja, entah mereka pejabat ataupun rakyat biasa, mereka tiada yang tahu melainkan kehendak sang Tuhan semata sebagai suratan takdir yang harus dijalankan oleh manusia seisi semeta, terkait hal itu tiada yang bisa tawar menawar ataupun memajukan dan bahkan memundurkan waktunya pun tiada yang dapat merubahnya. mereka yang sudah tiba waktunya tidak bisa memohon tuk diperpanjang dan mereka yang masih jauh pun tidak mbisa mengajukan permohonan untuk dipercepat waktunya. sebagaimana yang difirman kan, bahwasanya setiap yang bernyawa pasti akan menemui waktunya, dan barang siapa yang sudah tiba ajalnya maka tidak bisa memajukan ataupun mengundur waktunya. Oleh karenaya amal dan amar yang baik senantiasa dilakukan oleh setiap manusia selama normalitas diri makhluk masih ada maka kita perlu amal dan amar yang baik sebagai bntuk penghambaan dan penyadaran pdNya bahwa tiada daya dan kuasa bagi manusia kecuali kehendak Tuhan dan kekuatan Tuhan semesta. Hingga mereka yang sudah menjemput dan terjemput ajalnya kan tetap bersemayam dikubur hingga berakhirnya seluruh semesta jagad raya, hingga petangnya kubur tercerahkan oleh amal dan amarnya manusia itu juga penghadiahkan doa oleh anak keturunannya yang dihadiahkan kepada mereka.
          Persaudaraan menjadikan satu ketentuan Tuhan terkait emosionalitas jiwa manusia akan rasa tolong menolong dan membantu sesama makhluk didunia, hingga ssesama manunsia memang perlu tuk menumbuhkan rasa saling pengertian dan kesadaran lingkungan bersama agar hidup terasa tentram dan aman. Namun memang masih banyak kesadaran yang tertinggal oleh kita semua, dan patutnya manusia manusia Nusantara terlebih manusia jawa mamang harus tinggi jiwa  kesadarannya SEBAB MEEKA  menjadi satu satunya manusia yang menjunjung tinggi harkat kebersamaan topang menopang dalam kehidupan jawa pada dulunya. Sebab kultur jiwa jawa manusia manusia jawa yang terdahlu memnag sangatlah mulia hingga semakin perkembangan semakin memudar sebab apa yang ada menjadikan  jarak antar manusia dengan manusia yang lainnya. Namun dalam perenungan di tengah malam memang perlu kita sadari dan cermati hingga nantinya harus diaplikasi dalam kehidupan bahwasanya kebersamaan dan kesopanan yang harus dijunjung tinggi dalam aspek nilai kehidupan, meski ada kalaanya persaudaraan itu hanya sebatas sesama agama, sesama warga, ataupunsesama tetangga akan tetapi pada hakikatnya kita adalah sesama manusia yang harus aling gotong bersama dalam keadaan yang sudah diciptakan sebagai ketentuan Tuhan yang harus dijalankan sesama manusia di alam jagad raya.



by : Moh. Zaki Jamaludin